Nekat! Posting Foto Vulgar Mantan Pacar, Pelaku Peras Rp 80 Juta – Radar Kudus

Kini UL menanggung akibatnya. Dia merasakan dinginnya jeruji penjara. Karena telah ditahan oleh Polres Kudus.

Kasus ini berawal AFF, 29, dan ASR, 24, memposting foto mantan pacar yang vulgar di grup WhatsApp (WA). Kebetulan UL, AFF, dan ASR digrup WA yang sama.

Setelah itu, UL ditengarai punya niat jahat. Lantas dia mengunduh Surat Tanda Terima Laporan (STTL) di salah satu warnet. Setelah itu, tersangka menyunting surat itu dan memposting di grup itu. Seolah-olah STTL itu diterbitkan oleh Polres Kudus.

Dalam STTL itu menyatakan AFF dan ASR diduga melakukan pelecehan seksual kepada mantan pacar. Merasa khawatir AFF dan ASR meminta kopi darat (kopdar). Tersangka yang berdomisili di Tegal itu datang ke Kudus untuk bertemu korban.

UL meminta tebusan Rp 50 juta untuk menghentikan kasus tersebut. Pelaku juga meminta uang lagi. Akhirnya diberi Rp 30 juta. Namun, pelaku belum puas. Akhirnya meminta uang lagi. Hal ini membuat kedua korban merasa curiga. Korban menelusuri ke Polres Kudus. Ternyata STTL itu palsu.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, kasus ini baru terjadi di Kudus. Sebelum tidak ada penipuan semacam ini. Apalagi mencatut instansi kepolisian.

AKBP Agusman Gurning mengatakan. kejadian ini terjadi Januari lalu. Tersangka menerima uang tebusan Rp 80 juta sebagai ganti kasus segera dihentikan. ”Jadi tersangka ini memanfaatkan kegelisahan temannya untuk memeras,” terangnya.

Saat bertemu korban membawa bukti laporan palsu. Korban menyanggupi membayar uang yang diminta. Setelah diberikan korban meminta uang kembali agar kasus bisa dihentikan. Korban curiga lantas berkonsultasi ke polisi. Rupanya STTL yang diberikan UL paslu. Mulai dari alamat tribata, nama anggota, hingga isi. ”Kemudian kami menyelidiki kasus ini. Terbukti tersangka memang melakukan pemalsuan surat kepolisian,” terangnya.

Ditanya soal mencatut nama anggota, Gurning membenarkan. Sebab, nama yang bertanda tangan memang anggotanya. Namun, pangkat dari anggotanya sudah berubah. ”Dulu memang Ipda, tapi sekarang jadi Iptu. Ini mbaknya kurang update,” kelakarnya.

UL yang saat itu ditutup wajahnya mengaku memalsukan STTL. Dia hanya memanfaatkan temannya untuk memeras. ”Kami kan satu grup WA. AFF dan ASR itu posting foto mantan yang vulgar. Akhirnya saya manfaatkan saja mereka,” kata perempuan lulusan S1 Universitas Telkom.

Untuk memalsukan STTL, tersangka mengaku mudah. Dia hanya perlu mengunduh surat dan menyuntingnya. Setelah itu, suratnya dikirim ke korban. Karena percaya, dia meminta uang kepada korban. ”Saya mengunduh di komputer warnet. Setelah itu, saya edit di warnet juga,” terangnya. 

Karena perbuatan itu, perempuan single ini terancam pasal 378 KUHP dengan hukuman maksimal empat tahun. ”Kami imbau warga jangan percaya dengan surat kepolisian yang diedarkan selain polisi. Jika dituduh melakukan kejahatan segera melapor ke kantor polisi untuk mengetahui asli atau tidak,” pesan Gurning. 

(ks/mal/ris/top/JPR)