Niatnya Menolong Adik Yang Tercebur Sumur, Justru Ikut Tewas – Radar Semarang

Dari pengakuan beberapa saksi, peristiwa terjadi pada Rabu (19/7/2017) sekitar pukul 18.30. Korban Ainnatasya sedang mandi di dalam rumah. Di dekat kamar mandi memang terdapat sumur tua tidak terpakai dengan kedalaman sekitar 18 meter. Sumur tersebut hanya diberi pagar pengaman dari kayu.

“Diduga korban terpeleset, kemudian menimpa papan pembatas sumur. Diduga papan tersebut sudah lapuk, sehingga korban terperosok dalam sumur,” jelas Kapolres Batang AKBP Juli Agung Pramono melalui Kapolsek Subah AKP Budi Prayitno.

DIMAKAMKAN : Prosesi pemakaman dua kakak beradik yang tewas tercebur sumur.
(Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

Mendengar ada keributan di belakang rumah, kakak korban Fakturrohman, langsung ke belakang. Mencari adiknya di kamar mandi tidak ada dan ternyata adiknya terlihat sudah berada di dalam  sumur.

Fakturrohman pun panik dan mencoba menolong adiknya dengan masuk ke dalam sumur tanpa pengaman. Namun sampai di tengah sumur, kakinya tidak kuat menahan beban dan akhirnya ikut tercebur ke sumur. Diduga keduanya kehabisan oksigen, hingga meninggal bersama.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan warga dan keluarga kepada Mapolsek Subah. Anggota juga langsung meminta bantuan tim SAR dari Brimob Pekalongan dan Basarnas.

“Alhamdulillah, kami berhasil mengevakuasi korban dan setelah diperiksa dari pihak puskesmas tidak ada tanda tanda penganiayaan sehingga Muspika menyerahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” terang AKP Budi Prayitno.

ah diserahkan kembali kepada keluarga korban untuk dimakamkan.

“Kedua jenazah kakak beradik, sudah kami serahkan pada keluarga untuk dimakamkan,” katanya, Kamis pagi (20/7/17).

(sm/naf/zal/JPR)