Pemkot Surabaya sedang punya gawe menyelenggarakan nikah masal 79 pasangan dari 14 kecamatan yang merupakan warga kurang mampu. Salah satu pasangan yang menarik perhatian ialah Toli, 62, dan Jumani, 57, dari Asemrowo. Mereka tercatat sebagai pasangan pengantin tertua. 

Toli bahkan sudah lupa tahun berapa dirinya dan istrinya menikah secara agama. Dia pun lupa sudah berapa puluh tahun hidup bersama istrinya tanpa ada pengakuan resmi secara hukum dari pemerintah, hingga kini punya dua orang cucu. Toli mengaku senang dan berterima kasih karena sudah mendapat bantuan dari pemkot. “Pokoknya sip acara ini. Akhirnya pernikahan saya legal secara hukum,” kata Toli sambil mengacungkan jempolnya. 

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Surabaya Supomo mengatakan, event ini merupakan yang ke empat kalinya dalam tahun 2017. Tujuannya untuk membantu pasangan suami istri yang sudah menikah secara agama (siri) mendapatkan kepastian hukum. 

”Akan ada kepuasan batin setelah mereka tercatat secara resmi di pemerintah. Ada 79 pasangan pengantin dari 14 kecamatan. Yang terbanyak dari Kecamatan Semampir,” kata Supomo. 

Sebelumnya, para pasangan suami istri ini menjalani sidang isbat terlebih dahulu di pengadilan agama. Setelah dapat berita acara, mereka bisa mengurus buku nikah di KUA. (ang/nur) 

(sb/ang/jek/JPR)