NU – Muhammadiyah Bersatu – Radar Jember

Acara silaturahim itu digelar di kantor PCNU Lumajang sekitar pukul 14.30. Hadir Suharyo AP, Ketua PDM Lumajang, dan sejumlah pengurus seperti Aminuddin, Herman Afandi, dan pentolan-pentolan Muhammadiyah lainnya. 

Dari PCNU ada KH Drs Nur Syahid MA (Plt) Ketua PCNU, Abdul Kafi, M Khoiri, Nur Khotib dan sejumlah kiai lainnya. Sekitar dua jam pertemuan itu digelar. Membahas banyak hal strategis menyangkut masa depan Lumajang dan dua ormas tersebut. Termasuk memberi kesempatan dan saran pada Cak Thoriq dan Bunda Indah.

Usai pertemuan, Nur Syahid mengatakan pertemuan tidak diduga-duga ini adalah silaturahim. “Ingin mempererat hubungan kedua lembaga ini. Hadir memang Thoriqul Haq dan Indah,” katanya. Sehingga pembahasannya berkelanjutan.

Pihaknya enggan disebut mendukung Thoriq-Indah. “Tapi karena Thoriq kader NU, Indah kader Muhammadiyah. Kebetulan bareng-bareng punya keinginan bersama. Cuma menyamakan karep NU dan Muhammadiyah,” tambahnya.

Suharyo menambahkan, misi pertemuan adalah NU dan Muhammadiyah adalah membangun Lumajang bisa maju lagi. “Karena sama-sama punya umat, maka di elite pimpinan harus punya visi-misi, karep dan sebagainya yang sama,” jawabnya. 

Bukan kali ini saja. Akan ditindaklanjuti secara berkesinambungan. Tidak terkait dengan dukung-mendukung politik. “Kalau toh ada seperti itu, itu tidak bisa dihindari karena nuansanya sekarang politik. termasuk pertanyaan wartawan ini kan politis juga,” katanya.

Prinsipnya, Suharyo menegaskan silaturahim itu adalah ingin menyamakan visi bagaimana membangu Lumajang ke depan. “Supaya umat ini tercerahkan dan terangkat,” jawabnya. Namun, NU dan Muhammadiyah tidak berada di ranah politik.

Siapa pun calonnya, ketika menampung dua organisasi, menurut dia sangatlah bagus. Dia menjelaskan, rekomendasi dari pertemuan kemarin adalah keberlanjutan acara tersebut “Pertemuan berikutnya akan lebih fokus,” katanya. 

Kedua, ada masukan bagaimana kedepannya NU dan Muhammadiyah punya peran besar dalam memberikan aspirasinya di pemerintahan. Seperti soal RAPBD nanti, NU dan Muhammadiyah bisa menyuarakan. “Nanti akan kita rumuskan dan akan ada jalurnya,” tambahnya.

(jr/fid/ras/das/JPR)

Source link