DRIYOREJO-Dua warga Sidoarjo dibui di Polres Gresik gara-gara narkoba. Keduanya adalah Dwi Prastyo Nugroho, 35, warga Desa Keboharan RT 3 RW 1, Kecamatan Krian dan Sultoni, 47,  warga Desa Tanggul RT 1 RW 2, Kecamatan Wonoayu. Mereka tepergok polisi saat nyabu bareng.

Dwi dan Sultoni mengkonsumsi sabu-sabu (SS) itu di sebuah kamar kos di Desa Legundi, Kecamatan Driyorejo, Gresik. Terungkapnya hal ini karena ada laporan yang masuk ke polisi bahwa di salah satu kos di Desa Legundi kerap digunakan menggelar pesta SS. Polisi pun diturunkan melakukan penyelidikan.

Setelah mencurigai dan meyakini salah satu kamar kos sering digunakan untuk nyabu, polisi melakukan penggerebekan. “Ternyata benar, keduanya saat itu usai pesta SS,” kata Kasatreskoba Polres Gresik AKP Redik Tribawanto.

Dari penggerebekan ini, sejumlah barang bukti yang disita. Di antaranya, kaleng bekas rokok berisi tabung plastik kecil yang berisi pipet kaca bekas pakai dengan berat timbang sekitar 2,20 gram dan alat hisap dari botol kaca dan plastik. Selain itu diamankan pula sedotan plastik, sekrop dari sedotan plastik, kompor dari sedotan dan aluminium foil, plastik klip kosong.

Redik menjelaskan Dwi dan Sultoni sudah ditetapkan tersangka. Namun keduanya dalam pemeriksaan diketahui sebagai pengguna atau pemakai. “Keduanya sudah lama memakai SS. Belinya di Surabaya dengan cara patungan,” lanjutnya.

Di sisi lain, tersangka Dwi Prastyo berdalih mengkonsumsi SS supaya dirinya tidak terasa capek saat bekerja. Selain itu jua agar betah melek. Dia mengaku lebih dari sekali pesta sabu di kamar kos tersebut. “Lengkap alatnya,” katanya.

Begitu juga dengan Sultoni. Tetapi ia mengatakan menyesal. Karena dengan ditahan, dia telah meninggalkan keluarganya. “Sangat menyesal, kasihan keluarga saya,” ujarnya. (yud/fir/jee)

(sb/yud/ris/JPR)