Ogoh-Ogoh Bernuansa Politik Tak Dapat Bantuan – Bali Express

Hal itu ditegaskan Kepala Disbud Badung, Ida Bagus Anom Bhasma, Jumat (19/1). “Ini kami tegaskan. Bagi Seka Teruna, jangan sampai ada ogoh-ogoh yang bernuansa politik. Jangan sampai ogoh-ogoh yang digunakan untuk nyomya bhutakala, malah sebaliknya” tegasnya saat dikonfirmasi.

Lebih lanjut, kata dia, pihaknya tahun ini memberikan bantuan dana kepada masing-masing ST sejumlah Rp23 juta untuk pembuatan ogoh-ogoh. Sebagai konsekuensinya, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya, ogoh-ogoh yang dibuat wajib berwujud buthakala, keutuhan karya, tinggi maksimal 5 meter, tidak bermuatan politik, tidak porno dan tidak mengandung SARA. “Mengapa kami lombakan, itu untuk tertib. Ini untuk menghindari gesekan. Kalau sudah dilombakan, kan bisa kami atur,” ungkapnya.

Bagaimana jika ada yang berani melanggar ketentuan? Ditanya begitu, Anom Bhasma menegaskan pula tak segan melakukan diskualifikasi. Tak hanya itu, ST tersebut akan diblacklist dan tidak akan diberikan bantuan ke depannya. “Langsung didiskualifikasi. Termasuk ke depannya, tidak kami berikan bantuan lagi,” tegasnya.

Pun demikian, pihaknya akan mengumpulkan seluruh ST pada Selasa (23/1) mendatang di wantilan DPRD Badung. Pada pertemuan tersebut, pihaknya akan kembali menekankan terkait aturan pembuatan ogoh-ogoh yang harus dipatuhi. “Tanggal 23 tiang kumpulkan di wantilan DPRD. Para Ketua atau Kelihan ST akan kami berikan arahan, agar tidak terkontaminasi situasi politik sekarang,” katanya.

Di samping itu, birokrat asal Desa Taman, Abiansemal tersebut juga tetap mengimbau agar ogoh-ogoh yang dibuat menggunakan bahan alami. Dengan demikian, ogoh-ogoh tersebut ramah lingkungan. “Jadi biar terbiasa anak-anak menggunakan bahan alami. Biar tidak sterofoam, bahan kimia, dan sebagainya yang berbahaya bagi lingkungan,” terangnya.

Adapun sesuai pengarahan sebelumnya, masing-masing ST diberikan dana partisipasi sebagai peserta lomba sebesar Rp23 juta dengan potong pajak 15 persen, sehingga total yang diterima Rp20 juta. Bagi pemenang lomba akan diberikan hadiah berupa uang tunai, juara I Rp15 juta, juara II Rp12 juta dan juara 10 juta. Kemudian untuk juara harapan satu hingga tiga masing-masing Rp 5 juta. Pemenang masing-masing dipotong pajak 15 persen. “Pemberian bantuan ini juga bertujuan, agar mereka tak mengajukan dana ke perusahaan-perusahaan,” imbuhnya.

Selain itu, masing-masing ST, kata Anom Bhasma, Kelengkapan administrasi peserta lomba, sebelumnya paling lambat dikumpul tanggal 22 Desember 2017, di Kantor Dinas Kebudayaan pada Bagian Seksi Adat. “Berdasarkan data terakhir, sudah semualah yang mendaftar,” tandasnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link