Oknum Media Online Diduga Memeras Pengusaha Hiburan – Radar Surabaya

Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris mengatakan, penyelidikan awalnya dilakukan setelah mendapat kabar terkait berita di media online mengenai salah satu tempat hiburan di Sidoarjo. Ternyata tempat hiburan yang diberitakan bukanlah yang disebut dalam berita di media online. Sang pemilik kemudian melapor ke polisi.

“Apalagi setelah kami selidiki ada unsur pemerasan dengan menggunakan berita tersebut sebagai senjatanya,” kata Harris.

Dalam laporannya, manajemen tempat hiburan tersebut menyebut ada oknum media online yang mencoba memeras. Ade, si pembuat berita yang sempat viral itu disebut-sebut sebagai pelakunya. “Beberapa saksi sudah dimintai keterangan, ungkapnya.

Menurut Harris, Slamet Maulana alias Ade ditetapkan sebagai tersangka kasus pemerasan karena dua alat bukti sudah dikantongi polisi. Tidak hanya itu. Polisi juga berkoordinasi dengan berbagai pihak sebelum menetapkan status tersebut. “Unsurnya memenuhi dan sesuai prosedur,” tuturnya.

Lulusan Akpol 2005 itu mengaku pernah berkoordinasi dengan Dewan Pers. Dalam kesempatan tersebut, polisi meminta pertimbangan seputar dugaan pelanggaran kode etik jurnalistik. Sebab, ada undang-undang yang mengatur kebebasan pers. “Dewan Pers merekomendasikan adanya proses hukum di luar undang-undang pers,” tuturnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)