Operasi Yustisi, Cokok Pengedar Sabu – Radar Surabaya

Operasi ini dilaksanakan petugas gabungan Polsek Buduran, Satpol PP, dan Koramil Buduran. Saat memeriksa tempat kos, Devid sedang tertidur pulas. Saat digeledah ditemukan alat isap sabu, 10 poket sabu seberat 2,9 gram, dan 49 butir pil ekstasi. Tersangka akhirnya dibawa ke Polsek Buduran.

Kapolsek Buduran AKBP Hery Mulyono mengatakan, petugas gabungan melihat ada dua orang yang keluar dari kamar kos dengan berlari. Curiga, petugas langsung menuju ke kamar tersebut. “Saat kami datang, ada tersangka dan saudaranya. Tersangka sedang tidur, sementara saudaranya tidak tahu apa-apa,” kata Kapolsek Buduran AKBP Hery Mulyono, Kamis (7/6).

Saat dibangunkan, tersangka seperti dalam pengaruh obat-obatan atau minuman keras. Akhirnya, dilakukan penggeledahan oleh petugas. Benar saja. Ditemukan seperangkat alat isap sabu di dekat tempat tidur. Tidak hanya itu. Saat menggeledah lemari, polisi menemukan dompet kecil berisi pipet kaca, 10 poket sabu, dan pil ekstasi sebanyak 49 butir. “Ternyata tersangka usai mengonsumsi satu pil. Itu yang membuat tersangka fly,” tuturnya.

Dari keterangan tersangka, sabu sebanyak 10 poket itu dibeli dari seseorang dengan cara transfer. Sabunya didapat dengan cara diranjau di sekitar rumahnya. Pil ekstasi ia beli per butirnya Rp 300 ribu ke seseorang dengan cara yang sama setiap transaksi, seperti halnya memesan sabu. “Kami masih menyelidiki siapa yang memasok barang tersebut ke tersangka,” katanya.

Sementara itu, Camat Buduran Sentot Kunmardianto menuturkan, pihaknya bersama jajaran forkopimka rutin melakukan operasi yustisi. Bahkan, hal ini dilakukan sebelum ada serangan teroris di Surabaya. Pihaknya memperhatikan betul para penghuni, khususnya pendatang di Buduran. “Ini sudah kedua kalinya kami menemukan kasus narkoba di tempat kos saat operasi yustisi ini,” ujarnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)