Operasional Jembatan Ratna Tunggu Rekayasa Lalin – Radar Surabaya

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, saat ini pihaknya bersama dengan Dinas PU Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) masih melakukan kajian alternatif rekayasa lalu lintas sebelum Jembatan Ratna diresmikan. Salah satunya mempertimbangkan penggunaan satu atau dua arah pada jembatan tersebut. “Ini masih kami diskusikan,” ujar Irvan, Minggu (19/11).

Dia melanjutkan, mengingat di jalan tersebut terdapat rumah dinas Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya. Hal ini guna mencari skema yang pas, dijadikan satu atau dua arah. “Nanti kami akan menghadap ke Kapolda dan Pangdam untuk membahas ini,” jelasnya.

Sebelumnya, ada rekayasa penggunaan Jalan Bengawan difungsikan dua arah, atau bisa juga memanfaatkan Jalan Kapuas. Dua jalan itu nanti yang rencananya bisa mengakses jembatan Ratna.

Terlepas dari itu, disebutkan oleh Irvan, salah satu tujuan pembangunan Jembatan Ratna adalah memperlancar aksesibilitas dari barat ke timur atau sebaliknya. Diharapkan jembatan tersebut bisa membelah Jalan Raya Darmo. Pengendara dari jalan Kutai, bisa langsung menuju Jalan Bengawan, melewati Jembatan Ratna hingga ke Jalan Ngagel.

Dengan begitu diharapkan bisa mengurangi beban kendaraan yang ada di Jembatan BAT, dimana menjadi titik penghubung jalan yang terpisahkan dengan Sungai Jagir. “Selama ini beban rute dari Jalan Dinoyo menjadi beban Jembatan BAT yang menghubungkan Jalan Bung Tomo dengan Jalan Dinoyo,” bebernya.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, masih membutuhkan perizinan melakukan pebongkaran rumah Pangdam V Brawijaya yang ada di Jalan Raya Darmo. Izin ini sekarang masih diurus oleh pemkot. Rencananya, Risma bakal menghadap ke Pangdam membicarakan terkait hal tersebut.

“Nanti saya akan menghadap langsung ke Pak Pangdam membahas izin membongkar rumah dinas disana. Supaya Jalan Darmo dan Bengawan bisa langsung tembus,” kata Risma belum lama ini. Wali kota kelahiran Kediri ini pun memastikan bahwa fungsi jembatan tersebut bisa dimanfaatkan pada November ini. Namun, belum bisa dipastikan bahwa dioperasikan tepat Hari Pahlawan 10 November.

Dari pantauan di lapangan, pengerjaan Jembatan Ratna sudah mendekati selesai. Beberapa pekerja telah melakukan finishing. Jembatan Ratna dibangun dengan desain yang cukup unik. Dengan panjang 36,11 meter dan lebar 19,4 meter, jembatan ini akan dilengkapi dengan lampu penerangan yang unik dan juga ada material ornamen yang akan membuat jembatan tampak lebih cantik. (bae/nur)

(sb/bae/jay/JPR)

Source link