Pacar Siswi SMP yang Tewas Usai Bercinta Itu Diancam 15 Tahun Penjara – Bali Express

“Dan saat ini kita masih menunggu hasil otopsi dari RS Sanglah,” ungkapnya.

Pihaknya juga telah melakukan olah TKP di kos tersangka serta mengamankan sejumlah barang bukti seperti celana dalam, dua buah HP, handuk, kasur, bantal, serta sepeda motor milik korban.

“Tersangka saat ini disangkakan pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 76D Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang dengan ancaman 15 tahun penjara, serta Pasal 291 ayat (2) Jo Pasal 287 ayat (1) KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, peristiwa mengejutkan ini terjadi di Tabanan. Seorang siswi SMP meninggal usai ‘indehoi’ dengan pacarnya, Minggu (21/1). Jenazah siswi asal Selemadeg berinisial LGDS, 14, ini pun dibawa ke RS Sanglah untuk diotopsi. Sedangkan pacar korban, GW, 25, asal Seririt, Buleleng, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun di lapangan, pada hari Minggu (21/1) sejoli yang tengah dimabuk cinta ini bertemu di Air Terjun Singsing Angin yang berlokasi di Desa Apit Yeh, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, sekitar pukul 13.00. GW selanjutnya mengajak korban pergi ke kos salah seorang saudaranya yang berinisial KG di Jalan Debes Gang IV Nomor C7, Banjar Taman Sari, Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan.

Sebelumnya dua sejoli ini kenal melalui BBM sejak 29 Desember 2017 lalu, dan menjalin hubungan pacaran. Keduanya pun beberapa kali ketemuan dan melakukan hubungan badan.

Sesampainya di kos, mereka mengobrol dan menonton TV kemudian berlanjut dengan berhubungan badan sebanyak tiga kali. Ketika berhubungan badan untuk kedua kalinya, GW mengakui kelamin korban mengeluarkan darah. Setelah selesai bercinta, GW pun pergi ke kamar mandi.

Namun sekembalinya dari kamar mandi, GW menyaksikan sang kekasih sudah tak sadarkan diri. Menurut saksi yang merupakan tetangga kos GW, sebelum GW memutuskan untuk membawa korban ke rumah sakit, ia sempat meminta minyak telon kepada tetangga kosnya untuk membangunkan korban. Namun karena tak mempan, korban pun dilarikan ke UGD BRSU Tabanan sekitar pukul 15.30.

Sayang, saat tiba di UGD BRSU Tabanan, korban dinyatakan sudah meninggal dunia. 

(bx/ras/yes/JPR)

Source link