Pagelaran Seni Budaya, Jelang Satu Tahun Pemilu Serentak – Radar Solo

Pawai budaya yang diikuti oleh perwakilan 14 partai politik di Wonogiri ini dimulai sekitar pukul 08.00 dari kantor KPU Wonogiri. Kesenian reog dan kethek ogleng juga turut memeriahkan pawai yang berjalan menyusuri jalan utama Wonogiri itu. Sampai di Batas Kota, Wonokarto, Wonogiri, kontingen pawai bertambah dengan marching band dari SMP N 2 Wonogiri. 

“Setiap parpol perwakilan 5 sampai 10 orang, dilengkapi atribut parpol dan bendera,” kata Komisioner KPU Kabupaten Wonogiri, Suyono, Sabtu (21/4). 

Dalam sambutannya di Alun-alun Giri Krida Bakti Wonogiri, Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Mat Nawir menyebut bahwa pagelaran seni budaya ini menyongsong satu tahun pemilihan umum serentak 19 April 2019. Dimana, pemilu serentak ini baru pertama kalinya yang menyertakan pemilihan umum legislatif dan pemilihan presiden dan wakil presiden.

“Penyelenggaraan pemilu serentak merupakan amanat dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 14/PUU-XI/2013 hasil dari judicial review dari Undang-undang nomor 42 Tahun 2008 tentang pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden,” kata Mat Nawir. 

Menurut Mat Nawir, KPU Kabupaten dituntut untuk membuat pedoman teknis penyelenggaraan pemilu yang berbeda dalam waktu yang sama yakni Pileg dan Pilpres. Di luar itu KPU juga dituntut untuk mensukseskan gelaran Pilgub Jateng yang waktunya menyertai jalannya tahapan Pilpres dan Pileg.

Ditempat yang sama, Bupati Wonogiri Joko Sutopo “Jekek” mengatakan bahwa sebagai kepala daerah, pihaknya mengapresiasi kinerja KPU yang selama ini telah mengawal pemilu dengan baik. (kwl/aw)

(rs/kwl/per/JPR)