Pakai SS Bareng Suami Siri, Wanita Ini Dibekuk – Radar Bromo

BARIS: Ketujuh pengedar narkoba yang Jumat (19/1) pagi dirilis Mapolres Probolinggo. Salah satunya Lilik Hartini (paling depan), yang dibekuk saat memakai sabu bersama suami sirinya.
(Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

KRAKSAAN – Peredaran narkoba di Kabupaten Probolinggo semakin marak. Terbaru, Satreskoba Polres Probolinggo berhasil menggulung tujuh pelaku komplotan pengedara dan pengguna narkoba jenis sabu-sabu (SS). Ketujuh pelaku itu saling berurutan dan berkaitan. Mereka semua sudah lama menjadi target operasi (TO). Dari ketujuh pelaku, diantaranya ada sepasang suami-istri.

Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengatakan, penangkapan pertama terhadap tersangka Hendri Andrianto, 43, asal Desa Pesawahan Kecmaatan Tiris, Selasa lalu (9/1), sekitar pukul 19.00, di pinggir jalan desa setempat. Dari tersangka Hendri, saat itu juga Satreskoba langsung mengembangkan ke tersangka lain.

Selang satu jam kemudian, polisi berhasil mengamankan tersangka Suyanto, 39, warga Desa Pesawahan Tiris. Ternyata, tersangka Suyanto menggunakan SS itu bersama istri sirinya, Lilik Hartini, 37. Sekitar pukul 22.00, perempuan asal Desa Ranugedang, Kecamatan Tiris, pun berhasil diamankan polisi. 

”Dalam waktu semalam kami mengamankan dua tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo dalam rilis Jumat pagi.

Upaya polisi untuk mengembangkan kasus komplotan penyalahgunaan SS itu tidak berhenti disitu. Kapolres menjelaskan, dari ketiga tersangka itu pihaknya mengembangkan tersangka lain. Hingga akhirnya, keesokan harinya, sekitar pukul 17.00, pihaknya mengamankan tersangka Septian Andri Trioboy, 27, asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, di rumahnya.  ”Tersangka ini yang bertugas sebagai kurir sekaligus pengedarnya,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, atas pengakuan tersangka Septian, barang haram itu diperoleh dari tersangka Hari Susanto, 42, asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo. Sekitar pukul 20.00, Rabu lalu (10/1), tersangka Hari pun berhasil diamankan di rumahnya. Dari tersangka Hari ini diamankan barang bukti 9,76 gram SS, HP, brandcode, dua timbangan  elektrik yang digunakan tersangka Hari untuk menimbang SS tiap paket SS siap edar. 

”Saat mengamankan tersangka Hari di rumahnya. Ternyata ada dua tersangka lain yang tengah asyik pesta sabu-sabu. Yaitu tersangka Raynaldi, 34, dan Jony Nurain, 25, yang sama-sama asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo,” terangnya. 

Kapolres mengungkapkan, ketujuh pelaku ini merupakan komplotan penyalahgunaan narkoba. Semua barang haram itu asalnya diperoleh dari tersangka Hari. Bahkan, dari total barang bukti 14 gram SS yang diamankan, paling banyak dari tersangka Hari. Yaitu sebanyak 9, 76 gram. Selain itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah peralatan alat hisap SS, dari masing-masing tersangka. 

”Ketujuh pelaku ini sama-sama dijerat dengan pasal 114 (1) sub pasal 112 (1) undang-undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjar adan maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya. 

(br/fun/mas/fun/JPR)

Source link