Panen Bawang Melimpah, Pemerintah Harus Terlibat Dalam Tata Niaga – Radar Bojonegoro

Ngaido, 47, petani bawang merah mengatakan, pemerintah hanya hadir saat memberikan penyuluhan.

Namun, harus ikut terlibat tata niaga bawang merah. ‘’Ya masak hanya penyuluhan saja. Mbok ya datang ke petani,’’ katanya.

Dia mengaku, petani bawang merah kesusahan saat tanamannya diserang hama. Petani harus ekstra perawatan memberikan dan tambahan pestisida.

Pemkab, kata dia, juga sebaiknya bisa mengatur harga pupuk. Kadang, harga pupuk bisa mahal.

Bahkan, pernah langka. ‘’Petani kan ya masalahnya seperti itu,’’ ucapnya juga mengeluhkan bibit bawang merah masih sering didapat dari Nganjuk. 

Saat ini, menurut Edi, harga bawang merah per kilogram (kg) dari petani ke tengkulak sekitar Rp 8.000 hingga Rp 9.000.

Harga tertinggi hanya mencapai Rp 12.000. Hasil panen saat ini setelah ditanam November lalu. ‘’Nanti kami juga akan tanam bawang merah lagi,’’ ujar dia. 

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Ahmad Djupari belum bisa dikonfirmasi. Saat dihubungi melalui WhatsApp belum ada jawaban.

(bj/aam/rij/bet/JPR)

Source link