Panik Dengar Suara Gemuruh, Siswa Berhamburan Tinggalkan Ruangan – Radar Kudus

MLONGGO – Satu ruangan milik SDN 9 Jambu Kecamatan Mlonggo roboh kemarin pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala SDN 9 Jambu Nurul Afifah mengatakan, ruang yang roboh merupakan bagian dapur sekolah. Ruangan itu dibangun pada 1978. Kayu di ruangan itu sudah lapuk. Pihak sekolah tidak menggunakan ruangan itu lagi. Alasan karena ruangan tidak layak.

Kondisi kayu lapuk itu ditambah hujan deras kemarin pagi mengguyur di wilayah SD itu. Akibatnya atap ambrol. Saat kejadian seluruh siswa sedang mengikuti pelajaran di kelas masing-masing. Sekitar pukul 09.30 WIB tiba-tiba terdengar suara gemuruh. “Ternyata atap sudah ambrol. Kebetulan tidak ada aktivitas di ruangan itu. Anak-anak belajar di kelas,” kata Nurul.

”Ruangan yang ambrol berada di sudut sekolah. Ruangan itu sejak lama dijadikan dapur. Gedungnya terpisah dari lokal kelas. Fasilitas yang menempel dengan dapur adalah WC guru dan siswa,” tambahnya.

Selain dapur yang sudah roboh, dari pantauan koran ini kayu usuk dan reng di tiga lokal kelas juga lapuk. Menurut Nurul, sekolahnya juga kekurangan satu ruang kelas. “Sejak akhir tahun pelajaran 2012 saat pertama menjadi kepala sekolah di sini, kami sudah beberapa kali minta bantuan,” tambahnya.

Namun sejauh ini belum terealisasi. Solusi dalam beberapa tahun terakhir, siswa kelas 2 ditempatkan di perpustakaan. Atas kejadian ini Nurul mengaku langsung membuat laporan lisan kepada Bupati Jepara melalui Kepala UPT. Disdikpora Kecamatan Mlonggo, Hariyanto. Laporan tertulis pun langsung dibuat sesudah laporan lisan. Pihak sekolah berharap kondisi ini segera ditangani.

“Karena pada dasarnya beberapa lokal kelas sudah saatnya direhabilitasi. Kami sudah mengajukan permohonan. tapi kami sadar bahwa banyak sekolah lain yang kondisinya seperti kami sehingga kami hanya bersabar menunggu,” urainya.

Kepala Bidang SD pada Disdikpora Jepara Amin Ayahudi mengakui pihak sekolah langsung memberikan laporan atas kejadian ini. Amin yang meninjau lokasi bersama Kasi Sarana Prasarana Dwi Janto mengatakan, dinas Dikpora segera menindaklanjuti kejadian ini.

Amin melakukan inventarisasi persoalan dan solusi yang bisa  diberikan. ”Akan kami kaji agar bisa menentukan kekurangan sekolah apa saja,” ujar Amin.

(ks/zen/top/JPR)