Pantai Sidayu Kumuh, Perbekel Takmung Jengkel – Bali Express

Perbekel Takmung, I Nyoman Mudita mengakui pantai itu tak terawat. Hal itu tak terlepas dari sikap masyarakat setempat yang menurut Mudita tak mau diajak menjaga kebersihan lingkungan di daerahnya.

Maksudnya? Kepada wartawan, mantan Bendesa Adat Lepang itu menuturkan, Desa Takmung berencana melakukan penataan Pantai Sidayu pada 2017 lalu. Paling mendasar adalah menjaga kebersihan pantai, dengan membuat tempat pengolahan sampah organik. Sedangkan pengolahan sampah non organik sudah ada duluan.

Tempat pengolahn sampah organik rencananya dibangun di wilayah Dusun Sidayu Nyuhaya. Awalnya sudah mendapat persetujuan warga di sana. Perbekel pun semangat mengajukan permohonan menggunakan lahan Pemprov Bali seluas 28 are yang ada di Sidayu Nyuhaya. Anggaran pembangunan juga sudah disiapkan melalui APBDes Rp 270 juta.

Sayangnya setelah lahan dan anggaran tersedia, pembangunan malah ditolak dengan alasan rawan menebar bau busuk dan dekat Pura Dalem. Padahal, dari awal sudah dijelaskan, tidak akan menebar bau busuk. Karena yang akan dibangun tempat pengolahan. Ketika nanti bau pun siap ditutup.

Bahkan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta sudah sempat ikut menyosialisasikan rencana itu. Tetap saja ditolak. “Masyarakat awalnya mendukug, jadi tidak mendukung. Akhirnya batal. Dengan batalnya ini, jujur Pantai Sidayu seperti tidak terurus,” tegas Mudita ditemui Senin (8/1) kemarin.

Mudita secara blak-blakan mengakui bahwa sikap masyarakat plinplan itu membuatnya jengkel.  Karena sudah susah payah melakukan lobi-lobi ke Pemprov Bali agar mendapatkan lahan,  dan dizinkan menggunakan secara cuma-cuma dengan jangka waktu yang tidak ditentukan, ternyata malah masyarakat menolak. “Jujur saja, saya selaku kepala desa (perbekel) jengkel,” pungkasnya. 

(bx/wan/yes/JPR)

Source link