Pantang Menganggur, Apapun Dikerjakan Asal Halal – Radar Jember

Lengkong merupakan salah satu desa yang menyuplai kebutuhan pangan di Jember. Hamparan tanaman padi begitu luas, beberapa gudang tembakau kerap ditemui di desa ini. Masyarakatnya hidup sebagai petani, buruh hingga wirausaha . Mereka pantang berdiam diri.

Desa  ini dipimpin oleh Amir Rosyid selama empat tahun. Jumlahnya masyarakat 8803 yang tersebar di empat dusun. Sadar akan potensi desa, Amir berupaya memajukan desanya dengan menyediakan sarana yang memadai. Mulai dari pembangunan saluran irigasi, perbaikan jalan serta membangung gedung Pendidikan Anak Usia Dini (Paud).

ETOS KERJA TINGGI: Para pemuda saat menyelenggarakan kegiatan musik patrol menghadirkan Wakil Bupati Jember
(Bagus Supriadi/Radar Jember)

Pria yang akrab disapa Amir ini juga mengembangkan desa melalui BUMDesnya, salah satu unit usahanya adalah jasa fotocopy dan ATK. “Sedang direncanakan penggemukan dan ternak sapi, kami membantu kandang petani,” katanya. 

Pria kelahiran 3 Mei 1952 tersebut mengatakan Lengkong juga menjadi sentra batako. Banyak warga yang memiliki usaha sendiri. “Ada juga sentra kerupuk dua saudara yang mampu menyerap tenaga kerja,” jelasnya. 

Warga Desa Lengkong, lanjut dia, merasa malu bila tidak bekerja. Mereka tidak malu meskipun harus mencari rejeki sebagai kuli. Pemuda desa lebih malu bila tidak berkarya dan menjadi pengangguran. 

Semangat itu ditangkap oleh Amir dengan mendorong anak-anak muda agar terus berkarya. Bahkan, mereka selalu meraih juara dalam lomba sepak bola dan bola voli. “Kesenian  musik patrol juga  pernah meraih juara satu tingkat Kabupaten,” terangnya. 

Sementara itu, Kasi PMKS Kecamatan Mumbulsari Abdul Kadir Karim menambahkan dirinya menangkap hal yang positif dari  generasi muda Desa Lengkong, yakni  etos kerja. Apapun latar belakang pendidikan dan keahliannya, mereka bekerja sebagai buruh tani, wirausaha, dan usaha produktif lainnya. “Ada rasa malu jika hanya diam berpangku tangan,” tegasnya.

Sehingga Desa Lengkong terus berupaya maju bersama dengan melakukan kerjasama, terutama dengan pendamping desa. Proses perencanaan sampai dengan penatausahaan keuangan selalu didampingi pendamping desayang tak tak kenal lelah. “Hal ini kami lakukan sebagai bentuk cinta kami kepada desa dampingan dan wujud nyata profesionalisme kami menuju desa berdaulat,” tegas  Ali Zammil Pendamping Desa Kecamatan Mumbulsari.

(jr/gus/das/JPR)

Source link