Panwaslu Ngaku Kesulitan Saksi – Radar Madura

Komisioner Panwaslu Sumenep Imam Syafii mengatakan, pihaknya mendapat laporan tentang pembagian beras di dua lokasi selama Ramadan. Lokasi pertama ditemukan di wilayah Desa Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget. Lokasi pembagian beras kedua terjadi di wilayah Kecamatan Batuan.

”Modus pembagian beras berbeda dengan tahun sebelumnya,” kata Imam Syafii. Sebelumnya melibatkan warga sekitar dalam pembagian beras. Tahun ini menggunakan orang dari daerah lain. Saat ada perkumpulan orang, mereka datang mengatasnamakan paslon tertentu kemudian membagi-bagikan beras.

Beras tersebut ditempeli stiker salah satu paslon. Sayang, tidak disebutkan stiker paslon mana yang ditempelkan di beras tersebut. ”Bagi-bagi beras itu kemudian dilaporkan ke panitia pengawas lapangan (PPL). Selanjutnya kami proses untuk mencari keterangan saksi,” ujar Imam Syafii.

Namun, saat proses dilakukan, pihaknya kesulitan mendapatkan saksi. Ada salah satu warga yang menjadi saksi pembagian beras tersebut. Tetapi ketika diundang ke kantor Panwaslu Sumenep, yang bersangkutan tidak datang. Para penerima juga mengaku tidak kenal dengan orang yang membagi-bagikan beras.

Pihaknya menduga, pemberi beras tersebut merupakan dari tim siluman kabupaten. Karena tidak mendapatkan saksi seorang pun, panwaslu tidak bisa memproses lebih lanjut dugaan pelanggaran pilkada tersebut. Saat ini laporan tersebut dinyatakan tidak diproses lebih lanjut. ”Lebih dari tujuh hari tidak ada petunjuk, secara hukum tidak bisa diproses,” tandas Imam Syafii. 

(mr/mam/hud/bas/JPR)