Parkir Pantai Bentar – Radar Bromo

GENDING – Wisata pantai Bentar di Kecamatan Gending, beberapa hari ini jadi sorotan banyak netizen. Itu setelah ada pengunjung yang mengaplot karcis parkir wisata Pantai Bentar Gending, Kabupaten Probolinggo. Hal itu menjadi viral lantaran karcis tempat wisata milik Pemkab Probolinggo, itu bertuliskan Satuan Koordinasi Cabang Barisan Ansor Serbaguna (Satkorcab Banser) Kabupaten Probolinggo.

Banyak yang mempertanyakan hak Banser mengelola tempat parkir tempat wisata ini. Namun, ternyata pengelolaan tempat parkir ini memang sudah ada nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara Pemkab Probolinggo dengan Banser.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis mengatakan, pengelolaan jasa parkir dengan bekerja sama dengan pihak swasta tidak dilarang. Termasuk, dengan Satkorcab Banser. Pihaknya mengelola tempat parkir wisata Pantai Bentar juga mengikuti prosedur. “Kami tidak berani mengelola tempat parkir wisata Pantai Bentar, itu jika belum ada MoU dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Intinya kata Muchlis, tujuan Satkorcab Banser dan pemerintah daerah satu arah. Yaitu, memberdayakan masyarakat asli Kabupaten Probolinggo dan menambah pendapatan asli daerah (PAD). Selain itu, pihaknya juga ikut mempromosikan tempat wisata ini.

“Ini tidak mengurangi PAD. Bahkan, bisa menambah PAD meski tidak besar. Paling penting bisa menjadi lahan pekerjaan bagi rakyat asli Kabupaten Probolinggo. Dari pada dikelola pihak luar daerah dan pekerjanya luar daerah juga,” ujarnya.

Menurutnya, kerja sama pengelolaan parkir itu tidak hanya di wisata Pantai Bentar. Hasil jasa parkir itu juga langsung disetor ke Dinas Pengelola Keuangan Daerah. “Bukan hanya di Pantai Bentar, namun tempat lain juga sama. Seperti pasar, swalayan, serta area yang ada petugas parkir. Kalau memang kinerja Banser tidak bagus, setiap tahun ada evaluasi dan bisa tidak diperpanjang MoU-nya. Jadi, kami sama-sama bertanggung jawab,” jelasnya.

Soal nilai PAD yang diperoleh Kabupaten Probolinggo dari pengelolaan parkir wisata Pantai Bentar, Muchlis mengaku tidak tahu persis. Tapi, pendapatan dari parkir setelah dikurangi operasional, 20 persen masuk PAD. Sisanya untuk honor penjaga. “Tidak besar yang diterima petugasnya. Hitung saja, setiap bulan pendapatan parkir itu hanya sekitar Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Karena, tarif karcis juga tidak besar,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Budaya (Dispora Parbud) Kabupaten Probolinggo Sidiq Widjanarko membenarkan parkir wisata Pantai Bentar dikelola pihak ketiga. Itu didasarkan MoU dan sudah disetujui Bupati Probolinggo. “Itu sudah lama dikelola pihak ketiga. Karena untuk lebih memberdayakan masyarakat asli daerah,” ujarnya.

Source link