pasar setonobetek kediri – Radar Kediri

KEDIRI KOTA– Perwajahan bangunan baru Pasar Setonobetek semakin terlihat. Padu padan warna kuning dan ungu membuat pasar tertua di Kota Kediri itu tampak lebih semarak dibandingkan sebelumnya. Diperkirakan proyek selesai akhir Desember nanti.

“Ini sudah sekitar 80 persen pengerjaan,” terang Sunyata, plt kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Menurutnya, saat ini pihak rekanan, PT Kediri Putra, sudah hampir menyelesaikan bangunan dengan dua lantai tersebut. Hal ini terlihat dari kondisi los dan kios yang tersebar di lantai satu dan dua sudah siap digunakan.

Atapnya pun baru selesai dipasang. “Tinggal fiksasi di bagian lantainya, finishing dan pembersihan,” tambah Sunyata.

Mekanikal elektrikalnya pun sudah terpasang secara keseluruhan. Bahkan kini setiap kios memiliki meteran sendiri. Untuk diketahui, total ada 136 los yang berada di tengah blok. Di sisi kanan-kirinya terdapat 58 kios yang ditutup menggunakan rolling dor.

Di lantai dua ada 123 los dan 70 kios. Posisinya hampir sama dengan lantai satu. Kios berada di sisi kanan kiri bangunan dengan los berada di tengahnya. Di lantai dua kondisinya lebih tertutup. Meski demikian pencahayaan tetap mencukupi.

Pasalnya, setiap sisi didominasi oleh kaca, bukan tembok biasa. Tidak hanya itu, jumlah ventilasi pun cukup banyak. Di bagian atas tepat di bawah atap dibuat juga cukup terbuka sehingga udara tetap leluasa masuk ke dalam area bangunan seluas 3.200 meter persegi tersebut.

Lantai satu nantinya diperkirakan untuk daging, ayam maupun ikan. Makanya saluran air pun dibuat di sela-sela los di dalam gedung. Saluran ditutup menggunakan jeruji agar tidak mengganggu aktivitas pedagang dan pengunjung pasar.

Dengan demikian, diharapkan pasar tetap terjaga kebersihannya dan diupayakan tetap kering. “Pasarnya ini tradisional tapi gaya modern jadi nantinya lebih rapi dan tidak becek,” tandas Sunyata.

Sedangkan di lantai dua nantinya diperuntukkan pedagang konveksi, sepatu, tas, dan barang-barang kering lainnya. Bagaimana aksesbilitas ke lantai atas? Sunyata menjamin kemudahannya. Sebab ada setidaknya empat tangga yang tersedia. Mulai dari pojok kanan dan kiri sisi utara bangunan. Ada pula di tengah dan pojok selatan.

Tangga-tangga tersebut agar pengunjung tetap bisa masuk dari sisi mana pun yang diinginkan. Sedangkan untuk pedagang yang membawa barang dagangannya bisa memanfaatkan lift barang yang ada di pojok selatan depan musala. “Lift hanya untuk barang. Jadi dapat mempermudah pedagang,” tegasnya.

Lahan parkir nantinya untuk sementara disebar di sekitar pasar. Kendaraan roda empat ditempatkan di depan dan belakang pasar. Sedangkan roda dua berada di sisi kanan-kiri pasar karena jalurnya lebih sempit.

Tidak hanya fokus pada bangunan, menurut Sunyata, pihak rekanan saat ini juga mulai mengebut pengerjaan akses jalan pasar. Rencananya nanti jalur di sekitar pasar akan diaspal secara keseluruhan. Sehingga mobilisasi kendaraan menjadi lebih mudah. “Targetnya akhir bulan Desember bisa selesai semua,” pungkasnya.

(rk/dna/die/JPR)

Source link