Pavingisasi Kian Permudah Akses Warga – Radar Bromo

MULUS:
(Pavingisasi akses jalan di Dusun Waringinanom. Semenjak itu, kini akses warga semakin terbantu sehingga aktivitas menjadi lebih lancar.)

Masih ada bebera titik jalan dusun maupun  permukiman di Desa Rebalas yang kondisinya masih berupa tanah. Pelan tapi pasti, jalan-jalan tersebut, termasuk yang kondisinya rusak, dibenahi.

DAHULU, tiap kali musim hujan, kondisi jalan yang masih berupa tanah, menjadi becek. Alhasil itu cukup mengganggu aktivitas sehari-hari warga. Agar hambatan itu berlalu maka pemerintah desa berupaya melalui program pembangunan untuk memperbaikinya secara bertahap. Pembangunan yang berkelanjutan tiap tahunnya. 

Beberapa titik jalan yang terparah menjadi prioritas perbaikan yang dilakukan oleh pemerintah desa. Perbaikan sejumlah jalan dilakukan dengan cara membangun pavingisasi.

Abdul Rohim selaku Kades Rebalas mengatakan bahwa kenyamanan masyarakat sangat terganggu oleh sejumlah tittk jalan yang rusak. “Terutama jika malam hari dan saat masuk penghujan. Dulu warga malas keluar rumah karena kondisi jalan yang banyak digenangi air disertai lumpur, tapi setelah dipaving maka hambatan itupun sirna,” ujarnya

Adapun jalan yang di paving pada tahun 2017 diantaranya di Dusun Pendoso Selatan dengan ukuran 170 meter dan lebar 2,70 meter dan utara ukuran 250 meter lebar 2,2 meter. Selain itu di Dusun Randukerto juga dibangun serupa dengan panjang 300 meter dan lebar 2,20 meter ditambah dititk laain dengan ukuran Panjang 60 dan lebar 3,20. 

Di Dusun Krajan. Disana jalan menuju pemukiman kampung juga dibangun paving dengan ukuran panjang 80 lebar 2,5 meter. Satu titik lagi di Dusun Waringin Anom dibangun ukuran 340 meter lebar 3,5 meter. nah dijalur ini merupakan akses menuju jalur ke lahan pertanian juga pemukiman warga.

“Kini setelah di paving warga merasa nyaman. Termasuk ketika berangkat ibadah ke musala menjadi enak lebih dekat. Begitu juga dengan siswa. Karena jalan-jalan disana jua menjadi akses bagi mereka untuk berangkat ke sekolah. Mobil juga bisa masuk melintas,” beber Abdul Rohim.

MELAYANI MASYARAKAT:

Abdul Rohim (empat dari kanan) bersama seluruh perangkat Desa Rebalas.
(Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

Tak hanya jalan yang dibangun, jambatan penghubung di Dusun Pendoso yang menjadi akses terdekat satu-satunya jalur menuju ke lahan pertanian, turut disentuh. Dulunya masih memakai jembatan darurat yang terbuat dari bambu. Nah, setelah dibangun jembatan beton maka menjadi lebih kuat, selain itu petani juga mudah mengaksesnya karena kendaran bisa melewatinya.

Ia juga menceritakan terkait pembangunan tahun 2018 yang telah dilaksanakan pada tahap pertama diantaranya melanjutkan untuk menambah pembangunan perbaikan jalan yang belum rampung sepenuhnya. Seperti di Dusun Waringin Anom dibangun pavingisasi dengan ukuran 350 meter lebar 3,20 meter. 

HOME INDUSTRI:

Furnitur

Home industri kerajinan mebel milik H. Sati’i yang menjadi rujukan pesanan bagi konsumen hingga berbagai luar kota besar.
(Edwan Abdi Wiratama/Jawa Pos Radar Bromo)

Produk Mebel Tembus Luar Kota

PENGUATAN ekonomi di Desa Rebalas menjadi fokus pemerintahan desa setempat. Salah satunya menggenjot usaha kecil menengah. Pemdes mendukung agar warganya agar terus semakin banyak mengembangkan pelaku usaha. Sehingga peluang kerja semakin bertambah serta kesejahteraan masryakat meningkat dengan bertambahnya penghasilan.

Abdul Rohim selaku Kades Rebalas mengatakan, di Rebalas ada beberapa pelaku usaha yang sukses menekuninya. Bahkan berkembang dan menyerap lapangan pekerjaan bagi warganya. Adapun usaha itu di antaranya pembuatan olahan makanan ringan seperti keripik singkong pisang, rengginang dan cilok. Selain itu di dibidang usaha perbengkelan juga dilakukan semisal las listrik dan  bengkel. 

Beberapa diantaranya yang berkembang pesat adalah keberadaan usaha kerajinan mebeler. Usaha ini banyak menyerap tenaga kerja. Tercatat, di Rebalas ada 3 pelaku usaha yang skalanya sudah besar, dan perorangan model usahanya dikerjakan di rumah.

Seperti mebel milik Sati’i. Dulunya usaha tersebut perorangan, namun sekarang sudah berkembang maju menjadi skala besar. Sehingga pekerjanya menjadi banyak, yakni sekitar 36 orang.

Hasil kualitas mebel yang dibuat perajin warga bagus. Sehingga sering menjadi rujukan konsumen yang berasal dari luar kota, “Banyak konsyumen yang dari luar kota pesan biasanya mereka pesan lewat telpon baru kemudian dikirim,” ujar Abdul Rohim.

Selain itu mebel yang telah diproduksi juga dipasarkan ke beberapa kota besar seperti Banyuwangi, Bali, Surabaya, Madura bahkan hingga Cirebon, “Pasarnya sudah tembus keberbagai kota besar bahkan hingga luar pulau,” tuturnya

Produk mebel yang diproduksi bermacam varisasinya, diantaranya kursi, meja, lemari dan lainya, menyesuaikan kebutuhan pasar atau pesanan dari konsumen. Untuk menggenjot pelaku usaha lainya maka pemerintah desa juga melakukan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan agar pengetahuan dan kemampuan masyrakat menjadi bertambah sehingga dapat membuka usaha sendiri dirumahnya. 

(br/fun/ed/fun/JPR)

Source link