PDIP Sebut Harlis Belum Final Dampingi Mas’ud Yunus – Radar Mojokerto

MOJOKERTO Ketua DPC PDIP Kota Mojokerto Febriana Meldyawati, mengeluarkan statement yang mengejutkan banyak pihak. Menurutnya, sejauh ini, DPP PDIP belum memastikan soal nama pasangan bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali) yang diusung pada pemilihan wali kota (pilwali) 2018 mendatang.

Bahkan, ketua DPRD Kota Mojokerto itu, menilai, santernya kemunculan paket nama pasangan duet petana Mas’ud Yunus dan Kepala Bappeko, Harlistyati, sekadar suara sumbang. Sebab, partai di bawah pimpinan Megawati Soekarnoputri itu, saat ini, masih menggodok nama-nama yang pantas untuk dicalonkan. Baik sebagai orang nomor satu atau nomor dua di pilkada.

’’Saya tidak pernah menyampaikan PDIP akan mengusung pasangan Pak Mas’ud Yunus dengan Bu Harlistyati. Kalau pun sekarang rame diperbincangkan, itu hanya suara sumbang di luar saja,’’ ujar Melda, sapaan Febriana Meldyawati, kepada Jawa Pos Radar Mojokerto. ’’Hanya isu di luar saja. Tapi, tidak apa-apa, sah-sah saja, biar rame,’’ lanjutnya tersenyum.

Memang, pasca ditutupnya pendaftaran pencalonan wali kota dan wakil wali kota, publik Kota Onde-Onde lantas diramaikan dengan nama pasangan bacawali-bacawawli. Sosok birokrat senior, Harlistyati, dikabarkan menjadi calon kuat untuk mendampingi incumbent Mas’ud Yunus. Setelah hampir dipastikan, politisi berlatarbelakang kiai itu resmi pecah kongsi dengan pasangannya di pilwali 2013 lalu, Suyitno. Saat itu, Mas’ud Yunus-Suyitno (MY) juga diusung oleh PDIP.

’’Di PDIP tidak bisa patok bangkrong. Semua masih melalui tahap penggodokan pencalonan di DPP. Artinya, apa pun masih bisa terjadi,’’ tandas putri politisi senior PDIP, Gatot Supriyadi ini. Pada pendaftaran bacawali-bacawawali Juni lalu, DPC PDIP Kota Mojokerto, menerima pengembalian formulir pencalonan yang akan diusung.

Di antaranya, Mas’ud Yunus, mencalonkan diri sebagai wali kota. Sedangkan, enam nama lainnya mendaftar sebagai bakal calon wawali. Ada nama Febriana Meldyawati (ketua DPRD dan DPC PDIP Kota Mojokerto), Harlistyati (Kepala Bappeko Kota Mojokerto), Santoso Bekti Wibowo (bendahara DPC PDIP Kota Mojokerto), Indro Tjahjono (PNS Disperindag Kota Mojokerto) dan Firtian Judiswandarta (PNS Pemprov Jatim).

Melda menyatakan, masih alotnya penentuan nama paket pasangan bacalon di pilwali ini, karena PDIP masih harus mempertimbangkan banyak hal. Seperti, mempertimbangkan peta politik yang berkembang, sosok atau figur, dan hasil survei di lapangan. ’’Memang, banyak pertimbangannya. Salah satunya melihat figur dan hasil survei,’’ terangnya.

Karena itu, dia meyakini, jatuhnya pilihan rekomendasi PDIP nanti sudah atas berbagai tahapan dan pertimbangan yang sangat matang. Tidak berdasarkan suara sumbang atau isu menjelang pilkada seperti saat ini. ’’Target kami, paling tidak November ini rekomendasi sudah keluar. Kita tunggu saja,’’ katanya.

Dihubungi terpisah, Kepala Bappeko Kota Mojokerto, Harlistyati, mengaku, sangat optimistis dapat mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP untuk mendampingi Mas’ud Yunus. ’’Saya sangat optimistis bisa mendampingi beliau (Mas’ud Yunus, Red),’’ ujarnya.

Hanya, perempuan yang pernah lama menduduki kepala disperindag ini, tidak mau gegabah dalam urusan rekomendasi. Harlis, begitu dia biasa disapa, menyerahkan sepenuhnya semua keputusan tersebut kepada PDIP.

Apakah dia yang mendapat amanah mendampingi Mas’ud Yunus sebagai bakal calon wakil wali kota atau nama lain. ’’Tergantung rekom dari sana (DPP, Red). Saya sendiri belum tahu finalnya seperti apa. Sebab, sampai saat ini belum ditetapkan,’’ pungkasnya.

(mj/ris/ris/JPR)

Source link