Pedagang Burung Liar – Radar Bromo

Senin (22/1), Komisi II bersama Satpol PP, DKUPP, dan PLTD Pasar Gotong royong mengunjungi Pasar Mangunharjo. Itu, dilakukan sebelum mereka melakukan rapat dengan pendapat di kantor DPRD, sekitar pukul 09.30 WIB. Hasilnya, mereka menemukan banyak pedagang burung yang berjualan di depan pasar.

Kepala DKUPP Gatot Wahyudi mengatakan, sesuai hasil kesepatan, targetnya awal bulan Februari sudah harus streril. “Kami akan lakukan pendekatan dulu. Jika tak bisa, maka Satpol PP yang akan bertindak,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Kepala UPTD Pasar Mangunharjo, Abdullah. Menurutnya, pihaknya akan memberikan fasilitas di dalam pasar kepada para pedagang yang selama ini belum punya tempat. Sehingga, penjual burung liar itu tak punya alasan lagi untuk berjualan di depan pasar. 

“Kami butuh waktu. Jadi, awal Februari baru kami bisa pastikan bagian depan Pasar Mangunharjo sudah steril,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi II Titin Andriani mengatakan, langkah yang diambil seharusnya tak terlalu lama. Mengingat masalah ini sudah hampir 6 bulan. Bahkan, beberapa alasan yang menyatakan di dalam tak ada tempat, itu tak masuk akal. “Jika tak ada pembiaran, maka masalahnya tak akan sampai sejauh ini. Karena ada pembiaran, maka yang di dalam juga ikut berjualan di luar,” ujarnya.

Sekertaris Komisi III Syaifudin menambahkan, DKUPP dan kepala pasar harus sering turun. Sehingga, mengetahui betul kondisi yang ada. Bukan hanya memberikan komentar yang malah bertolak belakang. “Ingat ya, kami berupaya menghidupkan pasar. Jadi, bukan hanya masalah laku-tidaknya. Jika harganya lebih murah, meski ada di dalam, maka akan dicari pembeli,” ujarnya.

(br/rpd/mie/mie/JPR)

Source link