Pedagang Pasar Galis Akan Ditarik Biaya Sewa – Radar Madura

Dinas Perdagangan (Disdag) Bangkalan mendapatkan dana Rp 14.138.370.000 dari APBN 2017 untuk proyek pembangunan pasar rakyat Galis. PT Anugerah Konstruksi Indonesia menjadi pemenang lelang dengan nilai kontrak Rp 13.921.000.000. Waktu pengerjaan proyek pasar rakyat Galis 11 Agustus–31 Desember 2017.

Di pasar rakyat Galis akan dibangun sekitar 545 ruko, tempat jualan, dan los bagi pedagang. Kepala Disdag Bangkalan Budi Utomo menyatakan, pelaksana bisa merampungkan pekerjaan proyek pembangunan Pasar Galis tepat waktu.

Sebab, pengerjaan tinggal 30 persen. Diterangkan, hampir semua bangunan gedung rampung. Pemasangan atap sebagian besar sudah. Kini pengerjaan hanya di beberapa bagian. Di antaranya, pengerjaan plester dinding atau tembok dan lantai.

Budi Utomo mengklaim, pengerjaan yang dilakukan PT Anugerah Konstruksi Indonesia sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Pihaknya memantau ke lokasi proyek. ”Hasil pengerjaan sesuai ketentuan. Kami optimistis bisa mengerjakan tepat waktu,” katanya.

Tempat jualan nantinya akan diberikan kepada pedagang lama dan calon pedagang baru. Tempat jualan, baik ruko maupun los, mencapai ratusan unit. Disdag akan memprioritaskan pedagang lama untuk menempati lokasi jualan tersebut.

Tempat jualan tidak akan diberikan secara gratis kepada para pedagang. Lantaran ada biaya sewa per tahun yang harus dibayar pedagang. Sayangnya, dia enggan membeberkan nominal sewa yang dibebankan kepada pedagang.

Kata Budi Utomo, biaya sewa sesuai prosedur. Hasil uang sewa dari pedagang akan menjadi pendapatan asli daerah (PAD). Disdag tidak akan me-mark up biaya sewa. Pedagang membayar sesuai ketentuan.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan M. Husni Syakur tidak mempermasalahkan ada biaya sewa yang dibebankan kepada pedagang. Namun, dia mengingatkan harus sesuai ketentuan. ”Jangan sampai ada pungli. Ini demi kesejahteraan masyarakat. Kami berbicara seperti ini demi kebaikan bersama,” ucapnya.

(mr/bam/hud/han/bas/JPR)