Pelepasan Baby Lobster – Radar Bromo

SUMBERASIH – Sebanyak 4.650 barang bukti baby lobster dilepas Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kementerian Kelautan dan Perikanan. Senin (8/1), ribuan baby lobster itu dilepasliarkan diperairan Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo.

Ribuan baby lobster ini merupakan barang bukti (BB) kasus penyelundupan yang tertangkap di Kebupaten Trenggalek. Agar tidak mati, ribuan bibit lobster yang masih berumur sebulan itu dilepas.

Sebab, sejak setelah diamankan Polairud Polda Jatim, Minggu (7/1) lalu, baby lobster ini masih berada dalam kantung plastik. Sesampai di Gili, sebelum dilepas, kesehatan ribuan lobster ini diperiksa.

Pelaksana Balai Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut, Denpasar Agung Purwahidayat mengatakan, ada sejumlah pertimbangan kenapa pihaknya memilih Gili, sebagai lokasi pelepasan.

Salah satunya habitat lobster pernah ada di daerah ini. “Salah satunya karena wilayah ini yang cocok dihuni lobster. Daerahnya bebatuan dan berpasir. Ini, juga wilayah paling dekat dengan Surabaya. Karena, dikhawatirkan mati langsung kami bawa ke sini,” ujarnya.

Dewan Penyidik KIPM Surabaya Hendri Gustrifandi mengatakan, sejatinya di Gili sering disebar bibit lobster. Mulai tahun 2017, sudah puluhan kali dilakukan. Menurutnya, lebih dari 20 kali. “Tahun ini baru satu kali ini. Tapi, tahun kemarin lebih dari satu kali. Jumlahnya puluhan,” ujarnya.

Hendri mengatakan, jika digabung dengan sebaran lobster di Gili tahun lalu dan tahun ini, jumlahnya lebih dari 100 ribu ekor. Rencananya, tahun ini pihaknya akan memonitor untuk melihat perkembangan makhluk laut yang dilindungi itu.

“Ada yang hasil penangkapan dan ada yang memang dikembangbiakkan. Yang penangkapan ini jenis lobster pasir. Seperti, kasus yang sudah ada, biasanya lobster ini akan dikirim ke luar negeri untuk dikembangbiakkan,” jelasnya.

Sementara itu, Penyidik Polairud Polda Jatim Brigpol Sofyan Ariwibowo mengatakan, penangkan penyelundupan bibit lobster itu dilakukan Minggu (7/1) sekitar pukul 03.00 WIB. Benih lobster itu dibawa tersangka, Aris Wahyudi, warga Kabupaten Banyuwangi.

“Tersangka mengaku membeli lobster ini dari nelayan. Kemudian akan diselundupkan ke daerah Bandung. Saat melewati daerah Trenggalek, tersangka kami hadang dan tangkap,” ujarnya.

Akibat ulah tersangka, menurutnya, negara mengalami kerugian ratusan juta. Sebab, per ekor lobster itu harganya mencapai Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu. “Masih beruntung ini yang murah. Yang paling mahal itu lobster jenis mutiara,” ujarnya.

Terpisah, Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP Slamet Prayetmo mengaku, akan mengantisipasi tindak kejahatan serupa di daerahnya. Salah satunya dengan mengimbau semua kalangan saling menjaga.

“Saat ini belum ditemukan kasus seperti ini di Probolinggo. Tapi, kami mengimbau seluruh masyarakat, terutama para nelayan untuk melestarikan ekosistem laut,” ujarnya.

Source link