Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Denpasar I Wayan Gatra saat dikonfirmasi, Senin kemarin (4/12) mengatakan, pembangunan tahap awal yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya tinggal menunggu finishing dengan menambah perlengkapan dalam gedung lantai satu. Kata Gatra, proses saat ini sudah mencapai 92 persen. Keseluruhan pembangunan fisik sudah terselesaikan. Untuk saat ini pihaknya tinggal menyelesaikan penembokan di beberapa titik pada lantai satu.

Ditambah lagi untuk menyelesaikan pembangunan pemborong hanya tinggal memasang meja untuk pedagang yang nantinya bisa digunakan pada blok untuk pedagang. “Sekarang sudah tinggal finishing saja. Yang lainnya tinggal memasang meja dan pemasangan keramik. Selanjutnya pada penembokan yang berada di beberapa titik saja,” kata Gatra.

Dikatakan Gatra, pihaknya juga masih menunggu genset untuk kebutuhan listrik Pasar Badung. Sebuah genset dengan kapasitas tinggi akan didatangkan langsung dari Jakarta. “Untuk tahap awal ini kan memang sudah disiapkan untuk genset juga. Jadi jenset itu kami datangkan dari Jakarta langsung, tapi itu belum tau waktunya kapan kita hanya tinggal menunggu saja,” kata Gatra. Sehingga untuk penyelesaian keseluruhan tahap pertama dipastikan paling lambat bisa terselesaikan tepat waktu yakni 20 Desember 2017.

Sementara Asisten III Sekda Kota Denpasar yang merupakan Ketua Pembangunan I Nyoman Ngurah Jimy Sidarta membenarkan pembangunan tersebut sudah berada pada tahap finishing. Kendati adanya erupsi Gunung Agung, kata Jimy, itu tidak mengganggu aktivitas pembangunan.

“Saat ini sudah mencapai titik finishing, syukurnya sebelum erupsi Gunung Agung yang kedua ini tidak mempersulit untuk mendapatkan material,” kata Jimy. Menurutnya, pihaknya berusaha untuk mengerjakan dengan baik pembangunan tahap I tersebut karena sesuai dengan instruksi Walikota Denpasar, bahwa rekanan proyek jangan sampai molor karena kendala material.

Untuk selanjutnya pada pembangunan tahap II, kata Jimy pihaknya masih menyelesaikan pemberkasan. Kemungkinan untuk lelang tender paling lambat akan dibuka pada akhir tahun. Sehingga setelah lelang tender selesai paling lambat pada bulan Maret akan dilakukan pembangunan kembali. “Untuk tender kami masih mengumpulkan berkas. Kalo DED kan tetap yang dulu, jadi untuk pembukaan lelangnya kami akan upayakan pada bulan Desember ini,” jelasnya.

Selain itu kata Jimy, untuk lelang kali ini bisa diikuti oleh semua perusahaan yang bekerja di bidang tersebut. Termasuk PT Nindya Karya yang saat ini mengerjakan tahap I. “Kami kan terbuka lagi karena menggunakan dana APBD. Dan mereka yang mengerjakan sekarang juga bisa ikut asal berkasnya lengkap,” tandasnya. 

(bx/gus /bay/yes/JPR)

Source link