Pembelajaran Bahasa Madura Perlu Diintensifkan – Radar Madura

Budayawan R Moh. Hasan Sasra menyampaikan, upaya menggalakkan pengenalan bahasa daerah kepada anak sejak dini bukan hanya menjadi tugas pemerintah dan guru, melainkan juga keluarga. Pelajaran bahasa Madura di sekolah harus diterapkan.

”Siapa lagi yang akan melestarikan bahasa Madura kalau bukan orang Madura,” ungkapnya Rabu (13/12).

Dia meminta orang tua mengajarkan anaknya menggunakan bahasa daerah. Dengan demikian, anak menguasai bahasa Madura dengan baik dan benar. Meski saat ini tidak dipungkiri banyak orang tua yang lebih mengajari anaknya berbahasa Indonesia.

Hal itu tidak salah. Hanya, lanjut Hasan, orang tua mesti menyadari bahwa anak perlu diajari bahasa daerah. ”Jangan meninggalkan bahasa daerah. Sekarang anak-anak belajar bicara langsung pakai bahasa Indonesia. Jangan diabaikan, ajarkan bahasa Madura,” tuturnya.

Pendidikan berperan penting membantu perkembangan dan pelestarian bahasa Madura. ”Kalau bisa, pada hari-hari tertentu anak harus menggunakan bahasa Madura di sekolah. Baik kepada guru maupun teman,” sarannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan Bambang Budi Mustika menyampaikan, sekolah-sekolah di Bangkalan sudah menjalankan pelajaran bahasa daerah. Tidak hanya itu, beberapa sekolah mengintensifkan pembelajaran seni budaya daerah.

”Kami kembali menggenjot pelajaran budaya dan bahasa daerah. Kami memahami ada pergeseran gaya remaja dan pemuda sekarang,” terangnya.

Dia setuju, peran orang tua sangat penting dalam pengenalan bahasa daerah. Menurut dia, kadang orang tua tidak memperkenalkan bahasa Madura. Tapi, diajari bahasa daerah lain. ”Anak menjadi sulit mengetahui bahasa daerahnya sendiri,” pungkasnya.

(mr/bad/hud/han/bas/JPR)