pembunuhan mbah sirep – Radar Kediri

TKP: Rekonstruksi pembunuhan ibu oleh anak tirinya.
(RAMADANI WAHYU – JawaPos.com/RadarKediri)

KEDIRI KABUPATEN – Indikasi Sukarno, 60, merencanakan pembunuhan terhadap Suwarti alias Sirep, 72, ibu tirinya, menguat dalam rekonstruksiyang digelar Polres Kediri, kemarin. Reka ulang pembunuhan dengan motif perebutan harta warisan ini dilakukan di rumah korban, Desa Wonotengah, Kecamatan Purwoasri.

Ada 13 adegan dijalani Sukarno. Yang menonjol terkait perencanaan pembunuhan adalah saat Sukarno menyiapkan pisau, topi, dan masker. Kapolsek Purwoasri AKP Ismu Kamdaris melalui Kanitreskrim Aiptu Budi Santoso menjelaskan bahwa peralatan tersebut sudah disiapkan di dalam tas.

“Pada pukul 23.00 Sukarno menyiapkan peralatan. Pisau, topi, dan masker itu selalu ada di tasnya,” paparnya.

Sedangkan balok untuk memukul wajah Mbah Sirep adalah kayu yang biasa ada di kamar tersangka. Budi menerangkan, sebelum Sukarno pindah ke Kediri, pisau, masker, dan topi tersebut selalu dibawanya di Jakarta.

Dari pengamatan Jawa Pos Radar Kediri rekonstuksi adegan pertama, Sukarno dinasihati dan sempat cekcok dengan Suwarti masalah perebutan warisan. Kemudian pada adegan kedua, pukul 13.30 Sukarno curhat di kamar Mudjiadi, 54, anak angkat Suwarti ditemani Jaddi Ramadhan, 23, anak Mudjiadi. Pada adegan ini, Suwarti datang lagi untuk menasihati Sukarno.

Di adegan ketiga, Sukarno pergi ke rumah anaknya di Padangan, Kayenkidul pukul 16.00 WIB. Dia pulang pukul 20.30 WIB. “Semua rekonstruksi dilakukan berdasarkan BAP,” ujar Budi.

Adegan selanjutnya, sekitar pukul 20.30 WIB Sukarno menyiapkan pisau, masker, dan topi di tasnya. Dia memakai perlengkapan tersebut hingga adegan mengendap-endap mengintip dari bilik kelambu kamar ibu tirinya. “Tujuannya tak lain memastikan apakah Mbah Sirep sudah tidur atau belum,” terang Budi.

Berikutnya, ada adegan Sukarno mengambil balok kayu di depan kamar. Itu sebelum ia masuk kamar Suwarti yang kebetulan dekat kamarnya. Sukarno lalu memukul wajah dan kepala Sirep sebanyak dua kali. Menusuk perutnya sebanyak 3 kali di tengah dan samping.

Pada adegan ini, Sirep sempat menjerit. Berikutnya, adegan Jaddi menangkap Sukarno yang akan menusuk Suwarti lagi. Adegan selanjutnya, muncul Atik Sri Wahyuni, 47, istri Mudjadi, menghubungi tetangga dan polisi. Sukarno lantas diamankan.

Setelah rekonstruksi ini, polisi melakukan penyelidikan untuk mengumpulkan bahan lantas dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri. “Terus kita lengkapi penyelidikan kami,” pungkasnya.

(rk/die/die/JPR)

Source link