Pemeriksaan Premarital – Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID – Pemeriksaan kesehatan pranikah secara menyeluruh atau premarital merupakan unsur penting dalam membentuk keluarga atau menghasilkan keturunan. Untuk itu, setiap pasangan harus mau melalui serangkaian proses dalam premarital.

“Premarital merujuk pada konseling secara menyeluruh terhadap pasangan. Dalam konseling tersebut maka akan bisa diketahui apakah pasangan tersebut masuk dalam risiko atau tidak. Konseling ini maka ada keterbukaan secara menyeluruh dari pasangan,” tutur Dosen Fakultas Kedokteran UGM sekaligus Departemen Obstetri dan Ginekologi RSUP Sardjito Yogyakarta, dr Irwan Taufiqurrachman SpOG (K) pada Seminar Kesehatan ‘Premarital, Post Natal, Dilihat Dari Aspek Klinis dan Laboratorium’ di Aula Lantai 3 Laboratorium Klinik Pramita Magelang, Sabtu (7/4/2018).

Irwan menuturkan, konseling juga bisa mengetahui riwayat kesehatan masing-masing pasangan. Apakah ada risiko diabetes miletus, epilepsi, hepatitis atau penyakit lainnya. Konseling tersebut, akan dilanjutkan dengan screening test. “Nantinya juga diketahui dengan pemeriksaan rhesus di antara pasangan. Karena rhesus ini sangat penting diketahui agar nantinya mempunyai keturunan secara sehat dan diharapkan,” tutur Irwan.

Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Magelang dr Eka Aribawa mengapreasiasi kegiatan seminar kesehatan tersebut yang dapat memberikan pemahaman kepada para dokter maupun tenaga kesehatan tersebut. “Terlebih dengan adanya instruksi dari pemerintah bahwa tenaga kesehatan dituntut untuk memberikan pelayanan maksimal mungkin dengan memberikan biaya seminimal mungkin agar terjangkau oleh semua kalangan. Untuk itu, tenaga kesehatan juga harus menaati UU Kesehatan dan juga Etika Kesehatan,” jelas Eka.

Kepala Laboratorium Klinik Pramita Arlene Sumadihardja menuturkan, seminar kesehatan yang dilakukan pihaknya sebagai bentuk perhatian dan juga untuk memberikan pemahaman secara menyeluruh kepada para dokter maupun tenaga kesehatan lainnya. “Untuk itulah kami sengaja mengundang para dokter kandungan, bidan dan tenaga kesehatan lainnya untuk menyerap dari pemateri yang kami datangkan,” jelasnya.

(sm/cr3/ton/JPR)