Pemerintah Tetapkan BEP Tembakau Rp 39 Ribu – Radar Madura

Ambang batas minimal harga tembakau agar petani bisa balik modal ditetapkan Rp 39 ribu per kilogram. Dengan demikian, untuk memperoleh keuntungan, harga tembakau per kilogram mesti di atas Rp 39 ribu. Pemerintah mewanti-wanti pabrikan tidak mempermainkan harga tembakau.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, produksi tembakau diprediksi tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Yakni, kisaran 25 ribu ton. Tembakau diyakini terserap secara maksimal lantaran rencana serapan pabrikan tinggi.

Suli mengatakan, selain serapan, pabrikan wajib memperhatikan penentuan harga beli. Berdasar kajian, BEP ditetapkan Rp 39 ribu. Dengan demikian, jika petani mau untung, harga jual tembakau harus di atas BEP tersebut.

Jika harga tembakau per kilogram hanya Rp 39 ribu, petani bisa dikategorikan merugi. Secara hitung-hitungan, biaya yang dikeluarkan hanya kembali modal. Tetapi, kerja selama musim tembakau tidak terhitung.

Untuk memeroleh keuntungan, harga jual tembakau harus di atas BEP. Pemerintah mengimbau pabrikan tidak bermain-main dengan harga. ”Petani harus mendapat keuntungan,” katanya Selasa (12/6).

Suli menyatakan, tembakau menyimpan harapan besar bagi petani. Perekonomian masyarakat kecil diharapkan meningkat berkat tembakau. Dengan demikian, penjualan tembakau harus bebas dari permainan.

Dewan akan mengawasi secara maksimal industri tembakau. Aktivitas pabrikan dalam jual beli tembakau menjadi atensi wakil rakyat. ”Masyarakat juga harus ikut serta dalam pengawasan itu,” katanya.

Suli berharap, seluruh pihak terkait menjalankan tugas secara maksimal dan proporsional. Jika ada tindakan pabrikan yang dinilai bakal merugikan petani, segera ditangani secara cepat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, BEP harga tembakau sudah ditentukan. Agar petani tidak merugi, harga pembelian tembakau harus di atas nominal yang ditentukan itu.

Bambang berharap, pembelian tembakau di atas BEP. Diharapkan, petani mendapat untung dari kerja keras selama beberapa bulan. ”Insya Allah industri tembakau tahun ini berjalan lancar,” harapnya.

(mr/pen/hud/luq/bas/JPR)