KRUCIL – Aksi carok yang menewaskan satu warga Dusun Krajan, Desa Tambelang, Kecamatan Krucil, Selasa (22/5), terungkap. Saat ini pelaku yang menghabisi korban Sumali itu juga telah diamankan di Mapolsek Krucil.

Pelaku itu diketahui bernama Kusyatin, 50. Ia merupakan tetangga yang juga masih kerabat korban. Usai carok dan menghabisi kerabatnya itu, Kusyatin menyerahkan diri ke kades yang dilanjut ke Mapolsek Krucil.

Sumali yang tewas dengan memegang celurit dengan Kusyatin masih ada hubungan keluarga. Mereka ada pertalian persaudaraan karena istri mereka bersaudara. Istri Kusyatin merupakan adik dari istri Sumali.

Kades Tambelang, H Tajjib menjelaskan, Kusyatin saat menyerahkan diri kepadanya mengaku, cemburu dengan tingkah istrinya terhadap korban. Istrinya disebutkan terlihat lebih perhatian terhadap korban.

Sebagai suami, Kusyatin merasa tidak diperlakukan sebagaimana layaknya suami. Karenanya, Kusyanti tidak tahan dengan kondisi itu. Ia pun menantang korban carok.

“Korban Sumali ini ditemukan dengan kondisi celurit masih di tangannya. Jadi, kejadian ini memang carok. Kalau celurit milik Kusyatin, pengakuannya disimpan di rumahnya,” ujarnya.

Salah seorang kerabat korban, Nanang Hasyim, 45, mengaku tidak mengetahui pasti terjadinya carok itu. Menurutnya, selama ini ia tidak mendengar adanya keributan antara Sumali dengan Kusyatin.

“Saya tidak pernah dengar ada keributan. Malah tiba-tiba kejadian begini. Saya tidak tahu pasti penyebabnya,” ujar Nanang saat di kamar mayat RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Kapolsek Krucil, AKP Budi Handoko mengaku, usai mengetahui kejadian itu pihaknya langsung mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasilnya, diduga Sumali dan Kusyatin terlibat carok.

Bahkan, saat meninggal Sumali masih memegang celurit. “Dugaan sementara bacokan terjadi karena cemburu. Pelaku cemburu pada sikap istrinya yang lebih memperhatikan korban. Pelaku dan korban masih tetangga, berjarak sekitar 20 meter,” ujarnya.

Source link