Pemimpin Bali yang Tepat Sebagai Pilihan Rakyat – Bali Express

Menurut Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali I Gde Ngurah Wididana alias Pak Oles, saat ini lawan dari PDIP sudah merapatkan barisan. Membentuk Koalisi Rakyat Bali (KRB) yang terdiri dari Partai Golkar, Demokrat,  Gerindra dan lainnya, yang akan melahirkan pasangan calon.  “Bergabungnya 9 partai koalisi yang menamakan dirinya KRB memberikan sinyal bahwa akan lahir satu paslon, Rai Mantra -Sudikerta , yang setelah mereka pertimbangkan dengan matang dan alot, menghasilkan kesimpulan dengan pertarungan head to head, sehingga koalisi rakyat bali bisa menandingi kekuatan PDIP,” kata Pak Oles.

Bagi politisi asal Bengkel, Buleleng ini ajang pilgub bali 2018 ini merupakan pertarungan yang sangat bergengsi antara PDIP sebagai partai besar dengan 7 bupati melawan KRB dengan 2 bupati.  Mengingat juga Bali adalah Provinsi spesial yang menjadi barometer politik nasional, maka masing masing anggota DPRD, Bupati, Ketua partai di tingkat daerah dan pusat, seluruh mesin partai dan konstituennya merasa bertanggung jawab untuk memenangkan pilgub Bali 2018.  “Berbagai metode penjaringan dan pencitraan melalui berbagai media sudah dilalui sebagai tahap satu, yang dilanjutkan dengan pendaftaran paslon ke KPU, dan selanjutnya dilakukan lagi sosialisasi yang lebih tajam ke masyarakat,” kata Mantan Ketua DPD Hanura Bali ini.

KPU juga harus terus menyosialisasikan pilgub agar tingkat kehadiran pemilih menjadi tinggi.  Rendahnya tingkat kehadiran pemilih atau tingginya anggota masyarakat yang golput akan menghasilkan kualitas gubernur yang rendah pula.  Masyarakat bali jangan sampai terbelah atau bermusuhan dalam menjalani pemilu gubernur.

“Tetaplah tenang, nyaman, damai, sampai terpilih gubernur bali yang baru.  Masyarakat Bali lebih baik diam dan merenung untuk bisa memilih yang terbaik. Masyarakat Bali jangan terpengaruh oleh isu isu yang riuh dan galau dalam perdebatan disosial media, atau perdebatan di masyarakat,”  ujar Mantan Calon Wakil Gubernur Bali ini.

Masing masing pribadi sebagai pemilih sudah memiliki pilihan, dan bisa berubah sesuai trend pemilih dalam melewati masa kampanye.  Apapun pilihannya, pastilah itu jalan yang terbaik.  Gubernur bali yang baru dan berkualitas akan lahir jika pemilu demokratis dan berkualitas. Semoga Bali aman dan damai.  “Mari kita doakan agar pemilu gubernur sukses dan lancar. Dan menghasilkan pemimpin yang tepat sesuai pilihan rakyat,” pungkas alumnus Faculty Of Agriculture Universitas Of The Ryukyus Jepang ini. 

(bx/art/gus /yes/JPR)

Source link