Pemkab Badung Tunjukkan Totalitas di Bidang Kesehatan – Bali Express

Jaksa Agung H. M. Prasetyo menekankan, kegiatan yang bukan kali pertama ini bertujuan untuk menunjukan negara hadir di tengah-tengah masyarakat. Meskipun ini bukan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kejaksaan, namun kejaksaan juga ingin berkontribusi untuk meningkatkan akses pelayanan masyarakat di bidang kesehatan.

“Operasi katarak gratis ini, setidaknya kita membantu pemerintah, karena melalui BPJS semuanya mungkin beban pemerintah bertambah, ” jelasnya.

Selain itu pihaknya ingin membantu mempercepat menyelesaikan masalah sosial, sehingga kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkesinambungan. Jaksa Agung juga sangat mengapresiasi Bupati Badung yang telah mendukung kegiatan ini, sekaligus telah melaksanakan program yang menyentuh kepentingan masyarakat. 

Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta juga sangat mengapresiasi kegiatan bhakti sosial IAD Kejaksaan Tinggi ini. Menurutnya, berkaitan dengan kesehatan badung, Pemkab Badung telah melaksanakan program JKN dengan kartu KIS-nya, bekerjasama dengan BPJS Kapitasi. Badung telah melaksanakan program lahir, hidup dan mati. Mulai dari lahir, dengan program Aku Sapa, masyarakat Badung yang melahirkan cukup membawa nama saja, biaya puskesmas, biaya RS termasuk akta kelahiran ditanggung. Hidup, berobat di puskesmas, RS, kinik swasta yang diajak kerjasama berapapun menghabiskan dana hingga Rp 1 miliar tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Badung.

Keluarga penunggu pasien yang opname di kelas III juga mendapat santunan penunggu pasien Rp 200 ribu perhari. Sementara mati, diberikan santunan kematian Rp 10 juta plus mendapat akte kematian dan perubahan KK.

“Urusan kesehatan di Badung kami totalitas 100 persen. Dari program ini Badung meraih peringkat pertama di Indonesia, mendapat penghargaan Universal Health Coverage (UHC) dari bapak Presiden RI,” tegasnya.

Ke depan, lanjut mantan Ketua DPRD Badung ini, kesehatan digerakkan dengan sistem IT, dengan program e-healty, dengan home care. Lansia yang berumur 72 tahun ke atas juga diberi santunan, sehingga meningkatkan  indeks kehidupan masyarakat. 

Kajati Bali, Amir Yanto mengatakan, kegiatan ini menyasar masyarakat se-Bali dalam rangka HUT Ikatan Adhyaksa Dharmakarini yang jatuh pada 21 Juli 2018 dan HUT Adhyaksa yang jatuh 22 Juli 2018. Dikatakannya, bhakti sosial sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat. Terselenggaranya kegiatan ini, juga kata dia berkat kerjasama dengan Pemkab Badung, Dinas Kesehatan se-Bali serta tim dokter dari Jakarta. Pihaknya menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung beserta jajaran, Kadis Kesehatan Provinsi serta Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Bali dan dukungan dari Bupati/Walikota se-Bali.

“Apresiasi yang tinggi juga kepada pengurus dan anggota IAD wilayah Bali, IAD Daerah se wilayah Bali. Semoga yang telah disumbangkan kepada masyarakat Bali ini dapat bermanfaat dan mendapat imbalan berlipat ganda,” tambahnya. 

Ketua Panitia, Ibu Amir Yanto melaporkan, tujuan bhakti sosial sebagai wujud kepedulian IAD wilayah Bali terhadap kesehatan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Bali. “Kegiatan berlangsung selama dua hari bertempat di Kejaksaan Negeri Badung. Diikuti sejumlah 181 peserta dari masyarakat Bali,” imbuhnya. 

(bx/adi/yes/JPR)

Source link