Pemkab Nunggak Pembayaran Proyek Sedudo Rp 6 Miliar – Radar Kediri

Untuk diketahui, rapat di Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk itu mengundang beberapa stakeholder proyek. Mulai konsultan perencana, pengawas hingga perwakilan Pemkab Nganjuk.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahjono mengatakan, sejatinya proyek revitalisasi dimulai pada akhir Agustus. Tetapi, proyek mundur dan baru terealisasi 11 September. Sebab, Sedudo masih digunakan untuk ritual Siraman pada 05 September lalu.  “Mundur selama 15 hari,” kata Tatit.

Karena realisasi mundur itu pula, waktu pengerjaan tinggal 110 hari. Waktu yang mepet ditambah musim hujan, jadi alasan rekanan tidak bisa menuntaskan proyek pada akhir Desember 2017 lalu.    

Pada 28 Desember 2017 atau akhir kontrak, rekanan tidak bisa menuntaskan proyek 100 persen. Karenanya, kontraktor diminta melakukan finishing. Akhir Februari ini menurut Tatit finishing sudah selesai.

Untuk diketahui, rapat Senin lalu tidak hanya membahas tentang keterlambatan proyek. Perwakilan PT Tangga Batu Jaya Abadi mengungkapkan jika mereka baru menerima uang Rp 4 miliar dari total nilai kontrak Rp 10 miliar. “Masih punya tanggungan Rp 6 miliar,” tegas Tatit.  

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk Fajar Judiono yang dikonfirmasi tentang kekurangan pembayaran mengatakan, hal tersebut terkait teknis di dinas pengelolaan keuangan dan aset daerah (DPKAD) dan bank.  Meski demikian, pihaknya akan segera menyelesaikan masalah kurang bayar itu. “Itu terkait masalah teknis,” katanya.

Untuk diketahui, sejak direvitalisasi, objek wisata di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan itu ditutup selama tiga bulan. Karena belum tuntas seluruhnya, pemkab memperpanjang penutupan objek wisata sampai 19 Januari. Dampaknya, selama empat bulan penerimaan retribusi dari Sedudo berhenti total. Sehingga mengurangi pendapatan asli daerah (PAD).

(rk/baz/die/JPR)

Source link