Pemkot Bangun Lagi Tiga Rusunawa untuk Masyarakat Miskin – Radar Surabaya

Demikian diungkapkan Maria Theresia Ekawati Rahayu, Kepala Dinas Pengelola Bangunan dan Tanah (DPBT) Surabaya, Sabtu (13/1). Menurut dia, pembangunan rusunawa tersebut akan dilakukan di kawasan Penjaringansari, Kalidami, dan  Jambangan. Tiga kawasan tersebut menjadi sasaran pembangunan karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat khususnya warga miskin. 

“Pembangunan rusunawa diutamakan bagi warga miskin karena uang sewa juga sangat terjangkau,” kata Maria. 

Dia mengungkapkan, tarif sewa rusunawa nantinya bisa mencapai Rp 100 ribu per bulan. Peruntukannya bagi warga asli Surabaya yang memiliki kondisi perekonomian yang minim. “Rusunawa khusus warga Surabaya yang membutuhkan,” jelasnya. 

Menurutnya, rusunawa di Penjaringansari jumlahnya hanya setengah blok dari rusunawa yang dibangun pemerintah pusat. Yakni sekitar 30 unit yang nantinya akan digunakan untuk penyewa. Hal yang sama juga untuk pembangunan rusunawa di Kalidami dan Jambangan. Kapasitasnya akan bisa digunakan antara 30 unit sampai 40 unit.

Di sisi lain, pada tahun 2018 Pemkot Surabaya juga mendapatkan jatah pembangunan rusunawa dari Kementerian PU dan Perumahan Rakyat. Yakni, pembangunan di Tambak Wedi sebanyak 70 unit, di Dukuh Menanggal sebanyak 70 unit, dan di Keputih sebanyak 70 unit.

Ketua Komisi C DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri mengatakan, pembangunan rusunawa harus digunakan untuk warga Surabaya. Karena itu, DPRD meminta agar Pemkot memfilter penyewa rusunawa agar benar-benar dimanfaatkan masyarakat di Kota Pahlawan. “Terutama digunakan untuk masyarakat Surabaya yang terkena penertiban bangunan liar,” ucapnya. (vga/hen) 

(sb/vga/jek/JPR)