pemutaran film Biji Kopi Indonesia – Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID – Perjalanan biji Kopi di Indonesia ternyata beriringan dengan negara ini meretas sejarah kemerdekaannya. Setidaknya, hal itu terlihat dalam film Biji Kopi Indonesia atau di luar Negeri ditayangkan dengan judul Aroma of Heaven, yang diputar di ruang Audio Visual Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah, Sabtu (16/12/2017).

Dalam film dokumenter garapan Budi Kurniawan tersebut tergambar jelas, bagaimana kopi masuk ke Indonesia setelah dibawa oleh para pejabat dari Kerajaan Belanda, ketika mereka masih dalam masa-masa awal berupaya menguasai Nusantara sekitar tahun 1700.

“Pemutaran film ini mengawali rangkaian preevent Wonosobo Manual Brews Competition (WMBC), sekaligus mengajak para pencinta kopi Wonosobo untuk mengenal serta menyusuri sejarah kopi di Indonesia,” terang Wening Tyas Suminar, pendiri komunitas Mbakyu Blogger dan program EduTalk.

Biji Kopi Indonesia pernah menyabet penghargaan internasional sebagai Best Editing Award Ahvaz International Science Film Festival di Iran pada 2015 dan sebagai Best Documentary Award Hainan International Maritime Silk Road Film Festival di Tiongkok pada 2015. Film ini memberikan pemahaman baru bagi para pelaku industri kopi, maupun pencinta kopi secara lebih mendalam. Pemahaman terhadap sejarah, serta bagaimana beragam jenis kopi yang ada di Indonesia diseduh serta dinikmati para pencintanya, menurut Wening, dapat mengubah perilaku para penikmat maupun brewster alias peracik kopi. Ternyata setiap jenis kopi dari asal yang berbeda-beda, memiliki cara berbeda pula dalam penyajiannya.

(sm/ale/ton/JPR)