pencabulan anak-anak oleh PNS – Radar Kediri

KEDIRI KABUPATEN – Cabuli tetangganya yang masih anak-anak, Minggu (17/12) oknum pegawai negeri sipil (PNS) di salah satu rumah sakit di Pare dibekuk polisi. Sa alias Gurem, 52, warga salah satu desa di Kecamatan Pare tersebut mencabuli korban setelah mempertontonkan video porno terhadapnya.

Berdasarkan sumber yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri, penangkapan Gurem bermula dari adanya laporan dari Na, 40, tetangganya sendiri. Tepatnya, pada Jumat (8/12) lalu.

Na melapor jika putrinya Ia, 6, telah dicabuli oleh Gurem. Kepada petugas, Na mengungkapkan jika pencabulan yang dilakukan Gurem terhadap putrinya bermula saat Ia bermain bersama tiga rekan sebayanya. Tepatnya, di halaman rumah Gurem.

Entah kerasukan setan apa, melihat mereka berempat termasuk Ia, Gurem pun merasa terangsang. Ia kemudian memanggil Ia. Karena sudah saling kenal, Ia pun tidak curiga dan bergegas mendatangi Gurem.

Tanpa diduga, Gurem pun membujuk Ia agar mau masuk ke dalam rumahnya. Kebetulan, hari itu rumah Gurem sedang sepi. Di dalam ruang tamu rumahnya, Gurem pun menunjukkan tayangan film porno kepada Ia. Gadis kecil itu pun tak paham dengan tayangan tersebut.

Lalu, kemudian Gurem pun mulai melancarkan aksi bejatnya terhadap ia. Gurem memninta Ia agar memegang alat kelaminnya. Beruntung, Ia pun sadar akan niat jahat Gurem. Saat Gurem membuka celananya, Ia pun kabur dan berlari pulang.

Sesampainya di rumah, ia pun menceritakan apa yang dialaminya kepada Na. Geram, Na pun akhirnya melapor ke Unit PPA Polres Kediri. Tak ingin lama-lama, petugas pun langsung menuju ke kediaman Gurem. Namun sayang, pria tersebut tidak berada di rumah. Bagitu pun di tempat kerjanya di salah satu rumah sakit di Pare. Hingga hari Minggu, petugas mendapat informasi kalau dia terlihat bekerja. Tak ingin kecolongan, petugas pun langsung meluncur ke rumah sakit tersebut dan membekuknya.

Ketika dikonfirmasi, Kasatreskrim Polres Kediri AKP Fatih Hanif Wicaksono pun membenarkan hal itu.   “Saat ini kita masih memeriksa pelaku,” ujarnya.

Akibat perbuatannya, Gurem terancam pasal 81 sub pasal 82 UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya, penjara maksimal 15 tahun.

(rk/rzl/die/JPR)

Source link