Pendamping Kejar Tayang Laporan – Radar Jember

Koordinator P3MD Kabupaten Bondowoso Andiono Putra mengatakan, pihaknya sengaja mengonsolidasikan para pendamping dari sembilan kecamatan. Untuk mempercepat penyelesaian laporan serta data-data yang diminta Kementerian Desa. “Ini edisi Rakor kejar tayang. Esok akan kita lanjut Zona II, lusa Zona III. Insyaallah, Kamis selesai 23 kecamatan,” ungkapnya.

Dijelaskannya, para pendamping harus meng-update dan menyelesaikan sejumlah laporan dalam satu bulan ini. Hal itu terkait APBDesa, Indeks Desa Membangun (IDM), Padat Karya Tunai (PKT) 30 persen lampiran 1-13 progres Dana Desa, SIPeDe (Sistem Informasi Pembangunan Desa), Profil Desa, dan Data Produk Unggulan Kawasan Perdesaan. “APBDesa 2018 sebenarnya sudah selesai jauh-jauh hari. Tapi, karena ada PKT 30 persen maka temen-temen pendamping harus menyesuaikan kembali. Jadi, jika ada informasi bahwa cairnya dana desa itu tanpa APBDesa, saya pastikan bahwa itu tidak benar. Hoaks itu,” jelasnya.

Menurut dia, semua progres Dana Desa harus diunggah di SIPeDe. SIPeDe merupakan Sistem yang digunakan oleh Kementerian Desa PDTT untuk pemantauan dan monitoring pengelolaan dana desa secara terintegrasi dan kontinu. Jadi, jika ada yang bilang bahwa pendamping desa membocorkan data dana desa, itu saya pastikan juga tidak benar. “Karena Pendamping memang mendorong transparansi dan partisipasi,” terangnya.

Dalam hal pemantauan, masyarakat bisa peruntukan dana desa yang dipampang di setiap desa. Perlu diketahui, konsolidasi sembilan kecamatan di Zona I ini terdiri dari Kecamatan Cermee, Botolinggo, Prajekan, Klabang, Tapen, Wonosari, Sukosari, Sumber Wringin, Ijen. 

(jr/hud/aro/das/JPR)

Source link