Pendapatan Naik, Pertahankan Gresik Migas – Radar Surabaya

Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto mengatakan  pemkab akan mempertahankan Gresik Migas selama masih bisa mencatatkan laba. Sementara mengenai aturan-aturan di dalam kegiatan industri migas masih diberlakukan Pemerintah pusat, pihakya mengaku akan mengikutinya.

“Selama masih belum pailit dan memberikan keuntungan keberadaan Gresik Migas akan terus kami pertahankan,”  kata Sambari.

Direktur Utama PD Gresik Migas, Bukhari mengatakan, dari Rp 224 miliar, pihaknya memperoleh laba Rp 62,9 juta. Hal ini dikarenakan harga gas yang dibeli oleh PD Gresik Migas dari operator cukup tinggi yakni sekitar 7,8 dollar AS per MMBTU (Million British Thermal Unit).

“Kami mau menjual lagi ke end user dengan harga diatas 8 dengan harapan mendapat margin banyak tidak bisa. Sebab, harga yang kami beli sudah tinggi,” kata Bukhori saat Direksi PD Gresik Migas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Saat ini PD Gresik Migas mengambil margin kurang dari 2 persen dari setiap gas yang dijual ke end user. Itu yang membuat PD Gresik Migas tidak bisa meraih laba tinggi. Tahun 2018, PD Gresik Migas masih belum bisa menyetor deviden ke daerah, karena kondisi keuangan belum stabil.

“Kami coba kemarin naikkan harga ternyata user kami protes. Mereka mengancam tidak mau membeli pada kami karena terlalu mahal,” terangnya.

Selain hal itu, dalam RUPS tersebut dewan komisaris dan pemegang saham tidak melakukan reorganisasi. Dengan kata lain, Bukhori tetap menjadi Direktur Utama PD Gresik Migas, serta Hariyadi dan Moch Najib sebagai Direktur. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)