Pendapatan Uji Kir Belum Tutup Target – Radar Kudus

KOTA – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pelaksanaan uji kir kendaraan di tahun 2017 belum memenuhi target. Tercatat pendapatan hingga akhir tahun ini baru mencapai Rp 324 juta dari target Rp 350 juta.

Kepala Perumahan Permukiman dan Perhubungan Kabupaten Blora Samsyul Arief melalui Kabid Perhubungan Sutiyoko mengatakan, tercatat pendapatan dari uji kendaraan atau kir hingga Senin (18/12) lalu belum mencapai target yakni Rp 324. 703. 400

Sedangkan target yang sudah ditetapkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Blora Rp 350 juta. Untuk memenuhi target kurang Rp 25 juta. Dia menjelaskan, belum terpenuhinya target dikarenakan banyak hari libur. Selain itu, minimnya kesadaran masyarakat di Kabupaten Blora untuk uji kir.

“Sesuai Perda tahun 2013. Kendaraan yang terlambat melakukan uji kir hanya mendapat sansi berupa denda. Yakni hanya sebesar dua persen perbulan dari retribusi. Dia mencontohkan, jika retribusi Rp 30 ribu terlambat  satu  bulan  hanya didenda Rp 600 rupiah,” katanya.

Yoko sapaan akrabnya melanjutkan, sesuai Perda Kabupaten Blora No. 7 tahun 2013 tentang Retribusi pengujian kendaraan bermotor wajib uji berkala yakni kendaraan dengan JBB 0 – 5.000 kg, retribusi  Rp 30 ribu.

Lalu, Kendaraan JBB 5.001 – 8.000 kg, retribusi Rp 35 ribu. Kemudian, kendaraan JBB lebih dari 8.000 kg, retribusi Rp 40 ribu. ”Jika terlambat perbulannya hanya dikenakan denda 2 persen saja dari retribusi. Jadi murah sekali dendanya. Nah, ini membuat masyarakat malas tepat waktu melakukan uji kir. Padahal uji kir sangat penting sekali untuk menunjang keselamatan berkendara. Jika ada kerusakan bisa diketahui jadi aman di jalan,” paparnya.

(ks/ruq/ali/top/JPR)