Penderita Kusta Tewas Membusuk – Radar Surabaya

Korban meninggal dunia diperkirakan lebih dari 10 hari. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Mayar korban pertama kali ditemukan M Tauhid. Saat itu dia yang sedang mempersihkan rumput mencium bau tidak sedap dari bilik kayu. Bilik kayu berukuran 3×2 meter tersebut selama ini ditinggali korban.

Karena penasaran, Tauhid selanjutnya memberanikan diri mengintip dari luar. Betapa kagetnya dia, setelah melihat tubuh korban duduk di tanah dengan kondisi tertelungkup.“Meskipun kondisi disini ramai, namun kami jarang mengecek bilik ini. Sebab, yang tinggal disini adalah nenek tua penderita penyakit kusta,” tutur M Tauhid.

Dikatakan, sehari-harinya korban menjadi pengemis yang berkeliling di komplek perumahan pongangan dan GKB. Meskipun mempunyai keluarga di Desa Pongangan, namun korban memilih mengasingkan diri.

“Dia sengaja saya tampung disini karena malu dengan keluarganya. Mungkin karena penyakit yang diderita,” jelasnya.

Ditempat sama, Hermawan, 38, keponakan korban membenarkan apabila perempuan lansia yang ditemukan tewas membusuk di sebuah bilik kayu itu merupakan bibinya. “Iya benar dia (Narsih) adalah anggota keluarga kami. Namun dia tidak punya suami dan anak. Sehingga selama ini hidup sendiri,” tuturnya.

Dikatakan, mewakili pihak keluarga dia tidak ingin mayat Narsih diotopsi. Dia menganggap meninggalnya anggota keluarga mereka dikarenakan sakit.  “Kami ingin langsung makamkan saja,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolsek Manyar, AKP Rian Septia Kurniawan menduga, kematian korban dikarenakan sakit yang selama ini diderita. Kendati demikian, pihaknya masih akan menelusuri asal-usul minyak tanah yang ditemukan di sekitar tubuh korban.

“Dugaan kami sementara penyebab kematian korban adalah sakit. Tapi itu masih dugaan awal, kami masih mencari asal-usul minyak tanah dan sebuah lampu pijar di sekitar mayat korban,” katanya. (fir/ris)

(sb/yud/ris/JPR)