Peneliti Unej Ukur Karbon di TNMB – Radar Jember

Pengukuran karbon ini menjadi salah satu kegiatan sembari melakukan pengawasan terhadap penanaman 92.324 bibit pohon durian, langsep, pakem, dan kemiri. Kegiatan tersebut dilakukan di empat blok rehabilitasi yakni Curah Malang, Donglo, Bonangan dan Pletes, seluas 255 hektare. “Selasa ini kita akan melakukan spot check sekaligus mengukur karbon di blok Pletes,” kata Hari Sulistyowati, peneliti Program Mitigasi Berbasis Lahan saat ditemui di kampus Tegalboto sebelum berangkat menuju TNMB (16/1).

Menurut dia, pengukuran karbon di lahan rehabilitasi dilakukan agar diperoleh data berapa karbondioksida yang diserap oleh tanaman sebelum pelaksanaan  Program Mitigasi Berbasis Lahan dan sesudah program berjalan. “Dari perhitungan yang kami lakukan, jika semua bibit pohon yang diberikan kepada petani ditanam dengan baik, maka kami perkirakan mampu menyerap 1,6 juta ton karbondioksida. Sementara target untuk Jawa Timur, tahun ini mampu menyerap 6 juta ton karbondioksida. Jadi, rehabilitasi lahan di TNMB memang krusial,” katanya. 

Tim Humas Unej berkesempatan mendampingi Tim Program Mitigasi Berbasis Lahan saat melakukan pengukuran karbon dan pengawasan di Blok Bonangan hari Senin lalu (15/1). Dalam pelaksanaannya, setiap pohon yang ada dicatat kemudian didata. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran tinggi, diameter, serta lebar kanopi pohon. Tim juga mengambil sampel batang pohon untuk dilakukan uji berat jenis di laboratorium. “Semua data tadi lantas diolah dengan rumus tertentu, sehingga didapatkan kesimpulan berapa karbon yang sudah diserap. Uji sampel dilakukan karena setiap jenis pohon tidak sama kemampuannya dalam menyerap karbon,” jelasnya. Hari Sulistyowati dibantu delapan mahasiswa dari FMIPA dan Fakultas Pertanian Unej.

Sambil mengawasi para mahasiswanya, pakar valuasi lingkungan ini kemudian menjelaskan pentingnya pohon bagi kehidupan manusia. “Pohon berukuran besar bisa menyerap karbondioksida sebesar 22,8 kilogram per hari dan memproduksi 20,4 kilogram oksigen. Sementara setiap hari seorang manusia membutuhkan 0,8 kilogram oksigen. Jadi, dari fakta ini sebenarnya kita bisa menghitung berapa pohon yang harusnya kita butuhkan,” tutur Hari Sulistyowati. Selain memproduksi oksigen, pohon juga menyerap dan menahan air agar tetap dalam tanah. 

Satu pohon setinggi 30 hingga 50 sentimeter saja mampu menyerap dan menahan air di tanah  sekitar 19 liter atau satu galon. Bahkan, pohon yang sudah besar mampu menyerap air hingga 60 galon. “Beberapa hari lalu lahan rehabilitasi di dalam TNMB dan Desa Wonoasri dilanda banjir. Itu terjadi karena memang hutan ditebangi, sehingga tidak ada lagi penahan air. Oleh karena itu, Program Mitigasi Berbasis Lahan ini diharapkan mampu mencegah bencana dengan cara penanaman pohon kembali. Di sisi lain, petani penggarap lahan dalam TNMB kita berdayakan dengan berbagai keterampilan agar tidak lagi merambah hutan,” imbuh dosen yang menyelesaikan studinya di Canada ini. 

(jr/lin/aro/das/JPR)

Source link