Penertiban Becak – Radar Bromo

MAYANGAN – Sejak 11 Desember, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo resmi memberlakukan Surat Tanda Nomor Becak (STNB) dan Tanda Nomor Becak (TNB) di Kota Probolinggo. Dengan STNB dan TNB ini, diharapkan penertiban dan inventarisir bisa dilakukan.

Berdasarkan perkiraan Dishub Kota Probolinggo, ada 4 ribu lebih becak yang beroperasi di kota. Namun, jumlah itu belum benar-benar pasti. Artinya, bisa bertambah atau berkurang.

Nah, pergeserannya ini akan lebih mudah diketahui, jika becak dilengkapi dengan STNB dan TNB yang lebih dikenal dengan sebutan plat nomor. Dishub pun jadi lebih mudah menertibkan becak, jika memiliki STNB dan TNB.

Pemberian STNB dan TNB sendiri, dilakukan secara gratis oleh Dishub. Namun, berbeda dengan STNK dan nopol yang berlaku lima tahun. STNB hanya berlaku setahun. Sementara TNB berlaku lima tahun.

Setelah itu, STNB dan TNB, harus diperpanjang di Dishub. Perpanjanganya pun dipastikan, juga diberikan secara gratis.

“Karena memang tujuannya untuk menginventarisir jumlah becak yang ada di kota. Jadi kami berikan secara gratis,” terang Kepala Dishub Kota Probolinggo, Sumadi.

Selain itu, pemberikan dua identitas itu juga untuk penertiban. Sesuai dengan Perda Nomor 16/2006 tentang Kendaraan Tidak Bermotor Jenis Becak.

Apalagi, becak adalah jenis transportasi yang dipakai untuk mengantar wisatawan mancanegara keliling kota. Khususnya, wisatawan mancanegara yang menggunakan kapal pesiar dan berhenti di pelabuhan Probolinggo.

“Dengan STNB dan TNB, becak kan jadi lebih tertib saat mengangkut wisatawan. Identitasnya juga lebih lengkap,” lanjutnya.

Meski demikian, tidak semua becak langsung mendapat STNB dan TNB. Pemberian STNB dan TNB dilakukan secara bertahap.

Tahun ini, STNB dan TNB diberikan pada 800 tukang becak dari lima kecamatan di Kota Probolinggo, sesuai anggaran yang ada. Pemberian STNB dan TNB pada 800 becak itu, dilakukan pada 11 Desember di halaman Museum Probolinggo oleh Dishub.

Kasi Angkutan Jalan Umum, Dahroji menyebut, kode huruf pada TNB atau plat nomor becak ada lima macam. Ini disesuaikan dengan asal atau tempat tinggal tukang becak yang tertera di KTP.

Untuk Kecamatan Mayangan kodenya MY. Kanigaran, KG. Wonoasih, WN. Kademangan, KD. Dan Kedopok, KP.

“Namun, jalur yang ditempuh tukang becak tidak berbeda. Mereka bebas mangkal di mana saja. Tidak dibatasi di kecamatan tertentu,” tuturnya.

Kepemilikan STNB dan TNB menurut Dahroji, juga memberikan keuntungan lain. Yaitu, mempermudah pembuktian saat becak hilang dan ditemukan orang lain.

Dengan STNB dan TNB yang dimiliki tiap tukang becak, , diharapakan tukang becak bisa menaati peraturan lalu lintas. Semisal di Jalan Sutomo, tukang becak tak boleh melaju dari Utara ke Selatan.

“Jika melanggar, maka sementara ini akan kami berikan teguran. Mengingat jika dilakukan tindakan seperti penilangan, dirasa terlalu berat bagi mereka,” tambahnya.

Sejumlah tukang becak pun, menyambut baik pemberlakuan STNB dan TNB ini. Seperti yang disampaikan Marjohan, 55, tukang becak asal Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Marjohan mengaku senang dengan pemberlakuan STNB dan TNB gratis. Paling tidak dengan adanya STNB dan TNB, pemerintah memberhatikan mereka.

“Dulu pelat nomor sudah ada. Bahkan tiap becak ada warnanya. Jadi yang malem dan pagi warnanya berbeda. Tapi tak apalah, yang jelas saya senang mendapat STNB dan TNB ini. Jadi merasa lebih diperhatikan oleh pemerintah,” tuturnya.

Source link