Pengabdi Setan Rambah Bioskop 26 Negara, Ini Kata Ayu Laksmi – Radar Bali

Tidak tanggung-tanggung, film ini akan tayang di 26 negara berbeda mulai dari Asia, Amerika dan negara-negara di Eropa.

Menanggapi kabar gembira ini, Ayu Laksmi selaku pemeran Ibu dalam salah satu film horor terlaris di Indonesia ini pun mengaku bersyukur dan tentunya turut berbangga.

Hal ini diakuinya saat Jawa Pos Radar Bali berkesempatan menemui secara langsung saat dirinya menggelar latihan menari di Desa Budaya Kertalangu, Denpasar beberapa hari lalu.

Menurut wanita kelahiran Singaraja, 25 November 1967 ini, rasa bangganya muncul lantaran dia berpendapat selama ini film-film Indonesia masih kurang menjadi tuan rumah di dunia perfilman tanah air.

Dirinya bahkan menganggap belum ada kesadaran dari orang Indonesia sendiri untuk memiliki sesuatu hasil karya negeri sendiri yang patut untuk dibanggakan.

“Pemutaran film Pengabdi Setan di luar negri ini tentunya menjadi berita yang sangat baik buat kita semua,” katanya.

Diakuinya, prestasi yang diraih oleh film Pengabdi Setan sekarang ini sepertinya belum pernah terjadi di dunia perfilman nasional.

Menurutnya, moment ini juga menjadi pembuktian bahwa karya anak bangsa juga sejatinya tidak kalah bagusnya dengan karya luar negri, khususnya dalam dunia film.

“Mungkin ini sudah waktunya karena kadang Indonesia ini perlu pengakuan prestasi di luar negeri dulu. Contohnya saya di bidang musik. Saya sulit sekali menerima job di Indonesia.

Tapi, saat saya tampil di luar Indonesia, orang Bali dan Indonesia baru merasa bangga,” ujar wanita bernama lengkap I Gusti Ayu Laksmiyani ini.

Menurut Lady Rocker era tahun 80 dan 90-an ini, booming film Pengabdi Setan hingga bisa menembus market internasional bukanlah sebuah aji mumpung.

Tapi, karena film ini digarap dengan serius dan komitmen tinggi orang-rang yang terlibat di dalamnya. Mulai dari para artis hingga para kru yang terlibat secara langsung dalam proses penggarapannya.

Diakuinya, jika film Pengabdi Setan juga banyak mengandung pesan spiritual dan juga punya energi yang baik di dalamnya.

“Saya katakan demikian karena adanya komitmen dari semua pihak dan adanya rasa memiliki dari dalam dari masing-masing individu yang terlibat.

Sekecil apapun mereka terlibat, baik di depan maupun di belakang layar. Semoga hal ini menjadi berita baik bagi Indonesia,” tandasnya.

(rb/mar/mus/mus/JPR)

Source link