Penggerebekan lokalisasi temukan lima psk, dua mucikari ditipiring – Radar Kudus

Razia itu dimulai sekitar pukul 23.00-24.00. Petugas kepolisian kali pertama melakukan razia di rumah Manfaati, 26. Di rumah Manfaati, di dalamnya menyediakan tempat karaoke dan menjual sejumlah minuman keras. Bahkan, pelaku juga menyediakan empat pemandu karaoke untuk melayani pelanggan karaoke.

Selain rumah Manfaati, polisi juga merazia rumah milik Liana Wati yang juga menyediakan empat PK, minuman keras, dan tempat karaoke. Selanjutnya, merazia rumah rumah Imam. Bahkan di dalam rumah Imam ditemukan dua PSK. Begitu juga saat merazia rumah Zubaidah juga ditemukan tiga PSK.

Dalam operasi tersebut, polisi berhasil mengamankan satu orang penjual miras, dua orang mucikari yang diduga kuat melakukan transaksi PSK di Desa Batursari, Kecamatan Batangan tersebut. Pihaknya juga membawa lima PSK dan sepuluh PK.

“Semua barang bukti sudah kami amankan. Sepuluh pemandu karaoke dan juga lima PSK juga sudah kami bawa ke Mapolsek Batangan untuk kami lakukan pembinaan. Sementara untuk penjual miras dan mucikari juga kami bawa. Bahkan, setelah razia kami lembur membuat laporan dan menyerahkan berkas ke PN Pati,” kata Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan melalui Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih.

Kemarin (9/11) sore langsung diproses di PN Pati. Dua mucikari Imam dan Zubaidah mengikuti sidang dengan pelanggaran Pasal 506 KUH Pidana. Hasil vonis sidang yang dipimpin Hakim Ketua Nunung, kedua mucikari itu harus mendekam di dalam kurungan penjara selama 15 hari dan membara perkara Rp 5 ribu.

Endah menambahkan, gencar melakukan razia lokalisasi atau tempat karaoke ilegal di wilayah hukumnya. Hal itu meresahkan masyarakat setempat karena aktifitias itu mengganggu ketenangan warga. Puluhan rumah sengaja difasilitasi karaoke, PK, hingga PSK. Mereka juga menyediakan ruangan mesum hingga minuman keras (miras).

(ks/put/him/top/JPR)

Source link