Pengungsi di Tembok Ratusan, Kompor Cuma Satu – Bali Express

Seperti para pengungsi yang tertampung di Kantor Kelapa Desa Tembok. Pantauan koran ini pada Senin (27/11) pagi kemarin, mereka nampak begitu siap menghadapi masa pengungsian. Bahkan, ketika pagi mejelang, para ibu-ibu di pengungsian ini sudah saling membantu untuk mempersiapkan makan pagi.

Meski demikian, yang menjadi persoalan saat ini adalah sarana memasak. Di lokasi pengungsian peralatan dapur berupa kompor masih minim. Itupun masih menggunakan kompor milik kantor Perbekel Tembok. Sebab, para pengungsi yang sebelumnya pernah ditampung di pos pengungsian Desa Tembok, mereka sudah diberikan kompor dari bantuan para relawan. Hanya saja saat mereka kembali pulang (setelah Gunung Agung turun status, Red) kompornya itupun ikut dibawa.

Keterbatasan alat memasak diakui Ketut Sukaning, salah seorang pengungsi asal Desa Dukuh, kecamatan Kubu, Karangasem. Sukaning mengaku sedikit kesulitan saat memasak lantaran jumlah kompor hanya satu saja. Padahal, jumlah pengungsi yang ditampung jumlahnya sudah ratusan.

“Kompornya kurang, hanya ada satu buah. Tiang sudah lapor ke Pak Mekel. Disuruh pulang lagi mengambil kompor. Kalau dulu banyak ada kompor. Kebetulan dulu saya ngungsinya di sini. Tapi setelah pulang alat memasaknya juga ikut dibawa pulang,” kata Sukaning.

Sementara itu Kepala Desa Tembok, Dewa Komang Yudi saat ditemui di Kantor Perbekel Desa Tembok tak menampik jika masalah sementara yang dihadapi para pengungsi adalah peralatan memasak. Sedangkan untuk ketersediaan stok logistik masih dibilang aman dalam dua hari kedepan.

“Sekarang yang jadi kendala di alat memasak seperti panci dan kompor. Sebab saat mengungsi pertama, ketika mereka pulang ke rumahnya peralatan dapurnya juga ikut dibawa pulang. Akhirnya saat mengungsi kembali mereka keteteran alat memasak. Kalau logistik masih aman, kita baru saja disuplai bantuan permakanan dari Dinas Sosial,” ujar Mekel Yudi. 

(bx/dik/aim/yes/JPR)

Source link