“Saat ini masyarakat cenderung lebih memilih membelanjakan uang untuk mencari pengalaman baru dengan travelling daripada untuk belanja elektronik,” kata Surabaya Branch Manager LG Electronics Irvan Salahuddin di sela–sela pengenalan produk mesin cuci LG Smart Inverter di Surabaya, Senin (18/12).

Tetapi, Irvan mengklaim khusus untuk produk mesin cuci terdapat peningkatan 25 persen dibanding tahun lalu. “Hal tersebut dikarenakan LG baru meluncurkan beberapa model baru yang sangat hemat energi. Dimana produk itu memberi nilai tambah pada konsumen karena biaya listrik sekarang juga naik,” jelasnya.

Adapun market share mesin cuci LG di Surabaya, kata Irvan, sekitar 35 persen. Sedangkan market share produk LG secara keseluruhan di Surabaya mencapai 23 persen. 

Irvan memaparkan, kontribusi penjualan terbesar di LG adalah dari TV yang mencapai 30 persen. ”Karena untuk TV, kami juga telah launching TV OLED dan peminat teknologi OLED di Surabaya sangat besar. Sekarang saja kita sedang kehabisan stock OLED di wilayah Surabaya,” tuturnya. 

Pihaknya berharap tahun depan pertumbuhan LG di Surabaya bisa di atas 10 persen. Kontribusi penjualan LG di Surabaya terhadap Jatim mencapai 70 persen. 

Sementara itu, Product Marketing Home Appliance PT LG Electronics Indonesia Frendy mengatakan, untuk mesin cuci LG Smart Inverter Series yang baru diluncurkan ini pihaknya membidik kalangan menengah ke bawah yang kerap kali resah terhadap biaya listrik yang mahal.

”Sekarang ini kan banyak perumahan-perumahan baru. Nah biasanya di perumahan baru itu daya listriknya belum begitu besar. Jadi dengan mesin cuci ini hanya membutuhkan 67 watt hour untuk sekali pencucian,” kata Frendy. (mif/hen)

(sb/mif/jek/JPR)