Kegiatan kali ini dihadiri oleh pembicara diantaranya, dr. H. Supartono, Sp. PD, Ns. H. Pramudya S. Kep,  H. Yulianto SKM, M. Gizi, RD. dan Ns. H. kamal Agus Effendi, S. Kep.  Dalam seminar kesehatan haji tersebut pembicara menekankan pentingnya gizi seimbang Penting bagi calon jamaah haji.

Ketua Persagi DPC Kudus Titik Khozanah AMG, menjelaskan dipilihnya tema Istitha’ah Kesehatan dan Penyakit Risiko Tinggi Jamaah Haji karena melihat betapa pentingnya menjaga asupan gizi bagi calhaj terutama yang memiliki riwayat penyakit resiko tinggi.

”Semakin bertambahnya calon jamaah haji yang pergi ke tanah suci. Kami pelayan kesehatan perlu meningkatkan pelayanan untuk mendukung kesehatan calon jamaah haji. Apalagi rata-rata usia jamaah haji saat ini di atas usia 45 tahun,” ungkapnya. 

Dia  menjelaskan, dalam seminar kesehatan ini ada empat poin penting yang disampaikan kepada peserta. ”Pertama memberikan penjelasan tentang istitha’ah kesehatan calon jamaah haji. Kedua memberikan informasi tentang kesehatan dan penyakit beresiko tinggi seperti penyakit jantung. Ketiga memberikan informasi mengenai penanganan kegawatdaruratan. Serta keempat memberikan informasi asupan gizi calon jamaah haji yang beresiko tinggi,” jelasnya.

Memberikan informasi asupan gizi bagi calon jamaah haji yang memiliki riwayat penyakit risiko tinggi sangat penting. ”Menginget dalam kegiatan ibadah haji selalu berkaitan erat dengan dengan kegiatan fisik. Seperti tawaf, sa’i dan melempar jumrah,” jelasnya.

Dengan asupan gizi yang seimbang bisa membantu calon jamaah haji menjaga kesehatannya.”Meski demikian, bagi calon jamaah haji dengan riwayat resiko tinggi tetap diarahkan untuk konsultasi dengan ahli gizi. Dengan begitu bisa tepat sasaran,” ungkapnya. (lia)

(ks/top/top/JPR)