Perbaiki Jalan Poros, Desa Gelontor Dana Hingga Rp 41 M  – Radar Bojonegoro

Anggaran tersebut terinci Rp 35,7 miliar untuk jalan poros desa (japordes), Rp 4,2 miliar digunakan tembok penahan tanah (TPT) poros desa, dan Rp 1,1 miliar dikhususkan jembatan poros desa. 

Mira menjelaskan, japordes yang mendapat perbaikan ada 139 titik.

Salah satunya, jalan Jotosanur – Kramat yang sudah rusak parah. Sedangkan jumlah TPT poros desa terdapat 14 titik.

‘’Perbaikan japordes paling banyak porsinya dibanding infrastruktur poros desa lainnya,’’ ujar Mira saat ditemui di ruang kerjanya.  

Dia menambahkan, ada empat jembatan poros desa yang mendapat sentuhan.

Yakni, jembatan Lopang – Kramat; jembatan Turi; jembatan Sumurgayam, Kecamatan Paciran; dan jembatan Sendangrejo, Kecamatan Ngimbang. 

‘’Tahun lalu proyek 100 persen dituntaskan Oktober. Untuk tahun ini kita upayakan realisasinya September,’’ ujarnya. 

Menurut dia, anggaran perbaikan infrastruktur poros desa bisa bertambah.

Sebab, ada kemungkinan kucuran dari melalui bantuan keuangan (BK) propinsi, serta perubahan anggaran keuangan (PAK).

‘’Besaran BK provinsi dan PAK tahun ini, kita belum tahu,’’ imbuhnya. 

Untuk PAK 2017 meliputi pemeliharaan berkala Rp 1,7 miliar, japordes Rp 9,4 miliar, TPT Rp 2,8 miliar, dan jembatan Rp 375 juta.

‘’Kita masih menyusun proposal. Jadi nantinya berapa anggarannya, provinsi yang menentukan,’’ ujar Mira. 

Terkait jembatan Dusun Ngangkrik, Desa Balun, Kecamatan Turi yang ambrol akhir Nopember lalu, Mira memastikan perbaikannya tak masuk APBD 2018.

Alasannya, kerusakan jembatan setelah APBD tahun ini digedok. ‘’Sehingga tidak bisa masuk dalam APBD,’’ alasannya. 

Namun, pihaknya sudah menerima proposal pihak desa terkait pengajuan anggaran untuk perbaikan jembatan penghubung Ngangkrik dan Balun tersebut.

‘’Nantinya akan kita ajukan pada PAK atau BK provinsi. Yang jelas tetap kita beri perhatian perbaikan jembatan tersebut,’’ tuturnya. 

(bj/jar/ind/yan/bet/JPR)

Source link