Persenga Tetap di Liga 3

Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Nganjuk Suyanto mengungkapkan, kepastian itu merupakan hasil kongres Asprov PSSI Jawa Timur di Kota Batu, 25-26 Oktober lalu. Intinya, Persenga bertahan di Liga 3. “Tidak degradasi,” kata Suyanto kepada Jawa Pos Radar Nganjuk.

Seperti diketahui, sebelumnya PSSI sempat mewacanakan kompetisi Liga 4 pada musim depan. Karena itulah, klub-klub yang tidak lolos ke putaran nasional Liga 3 tahun ini otomatis berubah menjadi Liga 4 di tahun berikutnya. Sedangkan Liga 3 diisi tim yang terdegradasi dari Liga 2.

Dalam kompetisi musim ini, Persenga harus puas hanya lolos ke 12 besar Jawa Timur. Mereka gagal tampil di Liga 3 putaran nasional setelah terhenti di tangan Persibo Bojonegoro.

Dalam kongres tersebut, menurut Suyanto, Liga 4 tidak jadi digulirkan seperti rencana awal. Karena itulah, kasta terendah dalam kompetisi PSSI musim depan adalah Liga 3. “Tidak ada liga 4 lagi. Kami tetap di kasta terendah, liga 3,” papar pria yang juga Sekretaris Desa (Sekdes) Kepanjen, Kecamatan Pace ini.

Jika harus melorot di Liga 4 seperti rencana sebelumnya, perjuangan Persenga jauh lebih berat. Pasalnya, untuk mencapai Liga 1 seperti yang diimpikan semua tim, harus melewati tiga kasta kompetisi lebih dulu. Sementara bila tampil di Liga 3, hanya perlu menapaki dua kasta.

Dengan tampilnya Persenga di Liga 3 nanti,  berarti tim biru muda ini berada satu kasta dengan Persik Kediri, Persatu Tuban, PSBK Blitar dan Madiun Putra. Sebelumnya, klub-klub itu merupakan langganan kompetisi kasta kedua. Bahkan, Persik Kediri adalah tim yang biasa berkompetisi di divisi teratas.

Bergabungnya mantan klub di Liga 2 itu, kata Suyanto, kompetisi Liga 3 musim depan bakal semakin gemuk. Di zona Jawa Timur saja, tercatat ada 71 klub yang berkompetisi. Sebanyak 60 tim merupakan klub Liga 3 musim ini.  Selebihnya, ada 11 klub yang terdegradasi.

“Sangat banyak klub yang di Liga 3,” tandasnya.

Meski sudah memastikan tetap di Liga 3, Suyanto mengatakan, sampai saat ini PSSI belum menentukan format kompetisi untuk musim depan. Termasuk jumlah tim yang promosi ke Liga 2 musim depan belum ditentukan. “Yang jelas sistem zona setiap provinsi tetap diterapkan,” imbuh Suyanto sembari menyebut teknis itu baru akan dibahas di kongres selanjutnya.

(rk/baz/die/JPR)

Source link