Petani Durian Raup Untung – Radar Solo

Daging buahnya yang tebal dan biji atau ponggenya kecil menjadikan durian ini sangat istimewa. Soal rasa, tak perlu ditanya lagi 3 ribu batang pohon durian yang berasal dari CSR PT Pertamina ini didampingi oleh tim ahli durian. Hal itu menjadikan buahnya manis legit. “Kami tak perlu repot-repot untuk masalah pemasaran. Pelanggan sudah berdatangan untuk menikmati durian langsung di kebun,” papar Sugiyanto, ketua kelompok tani setempat.

Dijelaskan Sugiyanto, dengan adanya durian yang ditanam sejak 2011 lalu kesejahteraan masyarakat Desa Karanganyar makin terangkat. Ladang pertanian yang sebelumnya hanya ditanami cabai, ketela dan rumput sebagai pakan sapi, kini berubah menjadi pundi-pundi uang.

Dalam setahun, sedikitnya petani dapat meraup keuntungan mencapai Rp 70 juta hingga Rp 90 juta. Dimana setiap batang pohon durian yang dihasilkan sebanyak 60 biji. Durian tersebut tak dijual dengan sistem satuan, namun berdasarkan berat duriannya. “Rata-rata berberat 3 kilogram hingga 4 kilogram. Setiap petani punya 30 pohon. Bisa dihitung sendiri berapa untungnya,” jelasnya.

Untuk menjaga kualitas rasa buah, nutrisi yang dibutuhkan pohon juga terus dijaga. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, yang biasanya rasa buah tak manis. “Kami petani modern, jadi dalam kodisi apapun tetap buahnya manis. Kami menjaga unsur tanahnya,” terangnya.

Sementara itu, Pranowo Direktur Yayasan Obor Tani menambah, pendampingan terhadap petani ini dilakukan selama 3,5 tahun. Yakni saat pohon ditanam hingga masuk masa panen yang pertama. “Hasilnya bagus. Petani saat ini sudah bisa melakukan perawatan sendiri,” katanya.

Pihaknya berharap banyak masyarakat yang mengikuti pembudiyaan durian ini. Selain bernilai ekonomis tinggi, juga untuk penghijauan alam.

(rs/wid/bay/JPR)